Sultrapediacom – Kasus penganiayaan yang dialami seorang pemuda bernama Hasruddin (23) warga Desa Lindo Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat (Mubar) terkesan lamban ditangani pihak kepolisian.
Pasalnya sudah memasuki hari ke 16 sejak kejadian 22 Mei 2023 lalu itu, para terduga pelaku penganiayaan pemuda Desa Lindo Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, tak kunjung ditangkap.
Salah seorang warga Desa Lindo La Rahiman SH mengatakan, respon Aparat Penegak Hukum (APH) Polsek Lawa sejak korban atas nama Hasruddin melapor per tanggal 22 Mei 2023, sangat lamban dalam menangani pengungkapan para terduga pelaku.
Menurutnya, hingga saat ini, tidak ada satupun terduga pelaku yang ditangkap dari total sekitar kurang lebih 20 orang.
Padahal sejak awal kejadian, sudah ada petunjuk jelas dari keterangan korban yang mengenal salah satu dari terduga pelaku bernama Isa yang merupakan warga Desa Kafo Foo Kecamatan Kontukowuna Kabupaten Muna.
“Para pelaku ini diduga dari Desa Kafo Foo. Korban mengenali salah satunya atas nama Isa itu. Jika sejak awal masuk laporan, langsung dilakukan pencarian, pasti cepat ditangkap dan tidak berlarut-larut. Sekarang, mereka tidak mungkin berdiam dan berpotensi besar melarikan diri,” Ujar La Rahiman Rabu (7/6/2023).
Lebih lanjut, kata dia, lambannya kinerja Polsek Lawa, bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya telah banyak laporan yang masuk, namun tidak jelas pengungkapannya. Atas dasar itu, pihaknya meminta Kapolres Muna mengevaluasi kinerja Polsek Lawa.
“Ini kasus sangat rentan konflik antar desa. Apalagi menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024. Jangan sampai warga main hakim sendiri mencari secara mandiri para pelaku. Kami minta Polres Muna agar mengambil alih penanganan kasus ini agar tidak berbuntut panjang,” bebernya
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Lawa Aipda Ishak Hadisono mengatakan, progres pengusutan terduga pelaku penganiayaan di Desa Lindo, belum ada penetapan tersangka.
Meski sebelumnya, ada beberapa nama yang dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Salah satunya atas nama Isa telah dua kali dipanggil namun hingga saat ini tidak koperatif.
“Mereka tidak koperatif, makanya kami akan melakukan upaya pemanggilan paksa. Terutama atas nama Isa ini akan kami panggil paksa jika kami temukan. Saat ini sementara pencarian,” kata Aipda Ishak Hadisono, Rabu (7/6).
Dirinya mengimbau kepada saudara Isa agar segera memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi. Disatu sisi, pihaknya meminta kepada semua pihak yang mengetahui keberadaan Isa agar diinformasikan kepada Kepolisian untuk dilakukan pemanggilan paksa.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak Polsek Kabawo karena Desa Kafo Foo bagian wilayah hukum nya. Pada intinya kasus ini sudah masuk tahap penyidikan dan kami sudah mengirim surat Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Muna,” bebernya
Terpisah, Kepala Desa Kafo Foo La Haringi mengaku geram terhadap kepada terduga pelaku yang melarikan diri. Ia telah menemui beberapa orang tua terduga pelaku secara persuasif agar menyerahkan diri ke pihak Kepolisian. Namun, para orang tua terduga pelaku berdalih tidak mengetahui keberadaan anaknya.
“Saya sudah berupaya agar para terduga pelaku ini koperatif. Namun hingga saat ini mereka tidak pernah kelihatan,” terang Haringi.
Diketahui, seorang pemuda asal Desa Lindo Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat, bernama Hasruddin (23), diparangi dua Orang Tak Dikenal (OTK), Senin (22/5/2023) sekira pukul 03.00 Wita dini hari. Kejadian penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam tersebut bermula saat korban mendengar bunyi lemparan batu dari atap rumahnya. Kemudian korban keluar rumah dan mendapati rombongan pemuda sekitar 20 orang.
Tak terima rumahnya dilempar, korban menegur rombongan OTK tersebut, agar tidak lagi melempar. Kemudian dua orang dari rombongan tersebut, maju mendekati korban sembari mengayun