Tak Bayar Lahan Masyarakat, PT SCM Didemo di Dirjen Minerba dan BKPM RI

Sultrapedia.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Keluarga Besar Routa (Fokber) Konawe-Indonesia melakukan aksi demonstrasi di Direktorat Jendral Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, pada Rabu, 26 Juni 2024.

Aksi demonstrasi tersebut dipicu lantaran PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang melakukan kegiatan pertambangan di Kecamtan Routa, Kabuptane Konawe, belum membayarkan lahan milik masyarakat yang masuk kedalam wiup PT SCM.

Jendral lapangan Fokber Konawe Indonesia, Hendro Nilopo menuturkan, bahwa masyarakat pemilik lahan telah menunggu selama kurang lebih 13 tahun untuk pembayaran lahan mereka yang masuk kedalam wiup PT SCM. Namun pihak perusahaan belum menyelesaikan pembayaran tersebut sampai saat ini.

“Ini tidak main-main, mereka (pemilik lahan) sudah menunggu selama puluhan tahun. Namun sampai sekarang lahan mereka belum juga di bayarkan oleh PT SCM,” ujar pria yang akrab disapa Egis itu

Padahal menurutnya, seluruh persyaratan administrasi telah di persiapkan sejak lama guna untuk pembayaran lahan di PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).

BACA JUGA :  Tiga Perusahaan Tambang Diduga Milik Wakil Ketua DPRD Sultra Dilaporkan ke Dirjen Minerba dan KLHK RI

Namun sangat disayangkan, kata dia, bahwa pihak perusahaan dalam hal ini PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) terkesan apatis untuk menyelesaikan hak-hak pemilik lahan.

“Syarat administrasi sudah disiapkan sejak lama, bahkan masyarakat memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) sebagai bukti penguasaan lahan yang masuk dalam wiup PT SCM. Namun pihak perusahaan justru terkesan apatis seolah tidak mau membayarkan hak masyarakat,” beber Hendro dengan nada kesal

Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar Dirjen Minerba dan BKPM RI menghentikan sementara seluruh kegiatan PT Sukawesi Cahaya Mineral (SCM) sebelum menyelesaikan pembayaran lahan masyarakat.

“Harapan kami agar perusahaan ini (PT. SCM) di hentikan dulu kegiatannya. Nanti setelah melakukan pembayaran lahan masyarakat baru di aktifkan kembali,” pintanya

Hal yang sama diutarakan oleh Koordinator perwakilan pemilik lahan, Edison Zainal mengatakan, semua pemilik lahan hanya memiliki satu keinginan yaitu agar perusahaan PT SCM segera membayarkan lahan masyarakat yang masuk kedalam wiup PT SCM di Kecamtan Routa, Kabupaten Konawe.

“Kami tidak menuntut banyak pak, yang kami harapkan agar lahan kami yang masuk kedalam wiup PT. SCM segera di bayarkan,” katanya

BACA JUGA :  Rudi Chandra Melalui Kuasa Hukumnya Minta Kejati Sultra Periksa Tri Firdaus

Pak Edi, sapaan akrabnya menuturkan, bahwa untuk sampai ke Jakarta menuntut haknya, ia harus menggadaikan sertifikat sang istri untuk akomodasi ke Jakarta.

“Saya jauh-jauh datang kesini agar tuntutan saya dan semua pemilik lahan bisa di dengarkan. Bahkan untuk sampai kesini saya harus menggadaikan sertifikat istri saya untuk akomodasi saya ke jakarta ini,” beber Pak Edi dengan nada sedih

Dengan demikian, Forum Keluarga Besar Routa (Fokber) Konawe – Indonesia meminta agar Dirjen Minerba sebagai bagian stake holder dari PT SCM untuk bisa memfasilitasi pihak perusahaan dengan perwakilan pemilik lahan guna membahas penyelesaian pembayaran lahan masyarakat didalam wiup PT SCM.

“Ini mesti segera di tangani, guna mencegah terjadinya konflik horizontal di wilayah investasi PT SCM. Sebab berbicara soal hak tentu erat kaitannya dengan potensi konflik. Untuk mencegah semua itu, maka pihak PT. SCM mesti segera bertanggung jawab,” tutup Hendro