Sultrapedia.com, – Upaya memperkuat pengembangan komoditas kakao di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Sebanyak 12 pihak menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Kakao.
Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kakao yang terintegrasi, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan petani, perlindungan risiko hingga kepastian pasar.
Keduabelas pihak yang terlibat yakni PT BPD Sulawesi Tenggara atau Bank Sultra, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Kolaka, PT BPR Bahteramas Kolaka Utara, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kendari, PT Pegadaian Cabang Kolaka, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Kendari, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), PT Comextra Majora selaku offtaker, perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Lasusua, serta perwakilan Kelompok Tani Monapa Bersatu.
Kehadiran PT Comextra Majora sebagai offtaker menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem tersebut. Perusahaan diharapkan dapat memberikan kepastian penyerapan hasil panen kakao petani.
Dengan adanya kepastian pasar, petani diharapkan tidak hanya mendapatkan akses modal untuk mengembangkan usaha tani, tetapi juga memiliki jalur pemasaran yang lebih jelas terhadap hasil produksi mereka.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., jajaran Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, Kepala OJK Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha, perwakilan Bank Indonesia Sultra, pimpinan industri jasa keuangan, penyuluh pertanian, kelompok tani serta para penerima manfaat program inklusi keuangan.
Bupati Kolaka Utara menyambut baik kolaborasi yang digagas OJK Sultra bersama industri jasa keuangan dan sejumlah pihak terkait.
Menurutnya, program tersebut dapat membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi petani sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman tidak resmi yang memiliki beban biaya tinggi.
Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, kata dia, berkomitmen mendukung keberlanjutan program melalui kebijakan pemerintah daerah serta penyediaan data yang akurat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi petani.
Dengan terbentuknya ekosistem dari hulu hingga hilir, petani kakao Kolaka Utara diharapkan semakin produktif, memiliki akses pembiayaan yang lebih luas, mendapatkan perlindungan risiko, serta memiliki akses pasar yang lebih kuat dan berkelanjutan.






