Sultrapedia.com – Dua tokoh politik Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Bae dan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR), terlihat saling merangkul hingga berpelukan saat pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II Golkar kabupaten/kota se-Sultra di Lapangan Alun-Alun 19 November, Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026).
Keduanya tampak akrab di atas panggung. Sesekali, ASR dan Ridwan Bae terlihat bercengkerama, saling melempar senyum, dan berbincang dalam suasana santai di sela-sela prosesi pelantikan.
Dimana ASR yang mengenakan batik bernuansa kuning tampak beberapa kali berbincang dengan Ridwan Bae yang juga mengenakan kemeja kuning. Keakraban keduanya menjadi pemandangan menarik dalam agenda konsolidasi Partai Golkar di Sulawesi Tenggara tersebut.
Momen saling merangkul itu kembali terlihat menjelang penutupan seremoni pelantikan. Interaksi keduanya pun menjadi perhatian di tengah dinamika politik daerah yang terus berkembang.
Keakraban di Tengah Sorotan Politik
Momen kedekatan Ridwan Bae dan ASR menarik dicermati karena berlangsung ketika nama Ridwan Bae sebelumnya menjadi perhatian publik menyusul polemik yang melibatkan Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah.
Sejumlah orang yang disebut sebagai simpatisan Ridwan Bae mendatangi kantor Dinas Pariwisata Sultra, Pada Rabu (28/10/2026) lalu. Kedatangan mereka diduga berkaitan dengan konten media sosial yang dinilai menyinggung anggota DPR RI tersebut.
Polemik itu mencuat setelah beredarnya konten yang dipersoalkan karena diduga memuat pernyataan bernada menghina dan memfitnah Ridwan Bae. Sejumlah kata dalam unggahan tersebut, termasuk istilah “dungu”, “hoaks”, dan “pencuri jati”, menjadi bagian dari persoalan yang dipermasalahkan.
Dalam peristiwa tersebut, sejumlah orang meminta klarifikasi kepada Ridwan Badallah terkait konten yang menjadi polemik.
Salah seorang peserta, Jeams, menyatakan bahwa kedatangan mereka merupakan bentuk empati terhadap Ridwan Bae.
“Kita datang ke sini murni empati kita terhadap Pak Ridwan Bae. Karena dia adalah anggota DPR RI yang sudah banyak membawa program dalam membangun Sultra dan semua dirasakan masyarakat,” ujar Jeams saat diwawancarai di kantor Dinas Pariwisata Sultra.
Jeams juga melontarkan kritik terhadap Ridwan Badallah dengan membandingkan kontribusinya dengan Ridwan Bae.
“Ridwan Badallah ini banyak bicara, banyak omong, tidak ada yang dilakukan untuk daerah kalau mau dibandingkan sama Pak Ridwan Bae,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian Jeams dan tidak dengan sendirinya menggambarkan pandangan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara.
Ridwan Badallah Sampaikan Permohonan Maaf
Perkembangan berikutnya, Ridwan Badallah menyampaikan permohonan maaf atas konten media sosial yang diduga menyinggung Ridwan Bae. Ia mengakui kekhilafannya dan menyatakan telah menghapus unggahan yang dipersoalkan dari akun TikTok miliknya.
“Saya mengucapkan permohonan maaf. Saya mengaku khilaf. Saya juga sudah menghapus konten di TikTok,” ujarnya.






