Sultrapedia.com — Istilah desil belakangan ini menjadi perhatian dan buah bibir di tengah masyarakat. Hal tersebut tidak lepas dari penggunaan desil sebagai salah satu gambaran tingkat kesejahteraan keluarga sekaligus salah satu acuan pemerintah dalam menentukan sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos).
Secara umum, desil membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan relatif sebuah keluarga.
Apa Itu Desil?
Berdasarkan informasi pada situs resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos), desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi.
Penilaian tersebut antara lain mencakup kondisi individu, seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi perumahan, seperti kondisi rumah dan daya listrik, serta kepemilikan aset.
Dalam klasifikasi tersebut terdapat 10 desil yang masing-masing menggambarkan kelompok keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya.
Pengertian Desil 1 hingga 10
Berikut gambaran posisi kesejahteraan berdasarkan kelompok desil:
Desil 1 — Kelompok Ekonomi Terbawah
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah. Keluarga dalam kelompok ini umumnya memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam berbagai program perlindungan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Desil 2 — Kelompok Miskin
Desil 2 merupakan kelompok keluarga dengan kondisi ekonomi rendah dan rentan terhadap perubahan ekonomi. Kenaikan harga kebutuhan pokok, kehilangan pekerjaan, maupun tidak adanya cadangan ekonomi dapat memberikan dampak cukup besar terhadap kondisi keluarga.
Desil 3 — Kelompok Rentan Jatuh Miskin
Desil 3 merupakan kelompok yang kondisi ekonominya masih rentan. Gangguan seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), kenaikan kebutuhan pokok, sakit atau kondisi ekonomi lainnya dapat meningkatkan risiko keluarga tersebut jatuh ke dalam kemiskinan.
Desil 4 — Kelompok Rentan
Desil 4 berada pada kelompok yang kondisi ekonominya relatif lebih baik dibandingkan desil sebelumnya, tetapi masih memiliki kerentanan ketika menghadapi kondisi tertentu, seperti bencana, sakit berat atau kehilangan sumber pendapatan.
Desil 5 — Kelompok Menengah Bawah
Desil 5 berada pada posisi yang lebih aman secara ekonomi dibandingkan kelompok desil 1 sampai 4, namun belum sepenuhnya berada pada kondisi sejahtera. Kelompok ini masih dapat menjadi sasaran program bantuan tertentu sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Desil 6 hingga 10 — Kelompok dengan Tingkat Kesejahteraan Lebih Tinggi
Desil 6 sampai 10 menggambarkan kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang relatif lebih tinggi. Pada kelompok ini, kondisi ekonomi umumnya lebih stabil dan risiko jatuh ke dalam kemiskinan relatif lebih rendah.
Namun, penentuan penerima bantuan sosial tidak semata-mata ditentukan berdasarkan angka desil, melainkan mengikuti kriteria dan ketentuan masing-masing program.
Desil Berapa yang Dapat Menerima Bansos?
Desil menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial.
Secara umum, kelompok desil 1 sampai 4 atau 40 persen kelompok terbawah dapat diusulkan sebagai sasaran penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako, sesuai dengan persyaratan program.
Sementara itu, desil 5 dapat menjadi kelompok yang diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk kepesertaan PBI-JK, terdapat pula ketentuan mengenai status kepesertaan apabila terjadi perubahan atau pergeseran desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Cara Mengecek Status Bansos
Masyarakat dapat mengecek informasi terkait bantuan sosial melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Langkah-langkahnya:
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.
- Masukkan kode captcha yang tersedia.
- Klik Cek Data.
Cara Mengecek Posisi Desil
Masyarakat juga dapat mengecek posisi desil melalui layanan DTSEN yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS).
Caranya:
- Buka laman dtsen-form.bps.go.id.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Masukkan kode captcha.
- Klik tombol Cek Desil.
- Masukkan tanggal lahir.
- Masukkan kembali kode captcha jika diminta.
- Klik Cek Data.
Masyarakat Dapat Memperbarui Data
Apabila terdapat ketidaksesuaian kondisi sosial ekonomi dengan data yang tercatat, masyarakat dapat melakukan pembaruan data secara mandiri melalui layanan resmi DTSEN sesuai mekanisme yang tersedia.
Untuk melakukan pembaruan, masyarakat perlu menyiapkan sejumlah data, antara lain:
- Surat keterangan dari kepala desa/lurah.
- Kartu Keluarga (KK) dan/atau KTP.
- Nomor ID pelanggan PLN atau nomor meteran.
- Foto rumah, meliputi foto tampak depan rumah, ruang tamu yang memperlihatkan lantai dan dinding, serta kamar mandi.
- Informasi titik koordinat rumah.
- Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) atau Nomor Induk Mahasiswa (NIM) bagi anggota keluarga yang sedang menempuh pendidikan.
Dalam proses tersebut, masyarakat juga akan diminta memberikan persetujuan terkait pemrosesan dan pembagian data pribadi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya sistem pemutakhiran tersebut, masyarakat diharapkan dapat memastikan data sosial ekonomi keluarganya tercatat secara akurat. Data yang sesuai menjadi penting agar penyaluran berbagai program pemerintah dapat lebih tepat sasaran.






