Sultrapedia.com – Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, menyambut baik fasilitasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra dalam memperluas atau scale up Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas kakao ke Kabupaten Kolaka Utara.
Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mendukung penyediaan data pelaku usaha, penguatan kelembagaan serta integrasi program daerah dengan skema hilirisasi kakao.
“Pengembangan kakao harus melihat keseluruhan ekosistem dari hulu hingga pemasaran dan nilai tambah. Kita perlu mendorong perubahan orientasi dari mengejar sebanyak-banyaknya kilogram atau ‘berburu berat’ menjadi mengejar produktivitas sekaligus kualitas dan nilai setiap kilogram atau ‘berburu nilai’,” kata Nur Rahman.
Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dengan pembagian peran yang jelas pada setiap rantai nilai komoditas kakao.
Di sisi lain, Kepala Direktorat Pengembangan PVML OJK, Winter Marbun, menyoroti pentingnya optimalisasi pembiayaan melalui industri keuangan nonperbankan, perusahaan modal ventura dan lembaga keuangan mikro.
Menurutnya, fleksibilitas permodalan dan perlindungan pembiayaan sangat diperlukan untuk mendukung UMKM, koperasi serta petani kakao agar semakin mandiri dan berdaya saing.
Program tersebut diarahkan agar Kolaka Utara tidak hanya menjadi daerah pemasok biji kakao mentah, tetapi mampu membangun identitas mutu, standardisasi proses serta profil cita rasa Kakao Kolaka Utara yang memiliki asal-usul jelas dan berpotensi diterima di pasar global.
Penguatan ekosistem rantai pasok atau value chain kakao akan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Bank Indonesia, Bank Sultra, PNM, BPJS Ketenagakerjaan, Pegadaian dan pihak offtaker.
Kolaborasi tersebut mencakup dukungan modernisasi dan permodalan di sektor hulu, perlindungan jaminan sosial bagi petani, standardisasi untuk kebutuhan ekspor hingga kepastian pasar di sektor hilir.
OJK Sultra bersama para pemangku kepentingan juga akan mendorong penguatan literasi keuangan, inkubasi keluarga petani agar lebih bankable, pembiayaan rantai pasok (supply chain financing) serta perluasan akses pembiayaan sektor riil.
Perluasan Program PED Kakao ke Kabupaten Kolaka Utara diharapkan tidak berhenti sebagai program seremonial. Program ini ditargetkan menjadi momentum untuk memperluas akses pembiayaan, memperkuat pemberdayaan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi tersebut, OJK Sultra bersama para pemangku kepentingan akan segera mempersiapkan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang direncanakan berlangsung langsung di Kabupaten Kolaka Utara.






