DPRD Konawe Desak BWS Kendari Benahi Irigasi Tersier Warga Ameroro

Sultrapedia.com-DPRD Konawe menindaklanjuti keluhan petani di Desa Ameroro dan Desa Humboto terkait dampak pembangunan alat ukur ambang lebar oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari.

Sebagai langkah solusi, Komisi II DPRD Konawe menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak BWS, aktivis, dan perwakilan petani di Ruang Rapat Gedung Gusli Topan Sabara pada Kamis, 10 April 2025.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, S.Pd, MM, didampingi Wakil Ketua Nasrullah Faizal, SH, dan dipandu oleh Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya, SH. Pertemuan ini menghasilkan empat poin kesepakatan utama:

  1. Kondisi Teknis Bangunan: Rapat menyimpulkan secara teknis tidak terdapat permasalahan pada konstruksi bangunan ukur ambang lebar milik BWS Sulawesi IV Kendari.Penyesuaian Aktivasi: Pihak BWS telah menurunkan aktivasi bangunan ukur guna memastikan kebutuhan air irigasi bagi lahan pertanian di wilayah tersebut terpenuhi.
  2. Kendala Jaringan Tersier: Data menunjukkan ketersediaan air mencapai 391 liter per detik, melebihi kebutuhan ideal sebesar 253 liter per detik untuk lahan seluas 203 hektar. Masalah utama ditemukan pada kerusakan jaringan irigasi tersier yang menghambat aliran air ke persawahan.
  3. Evaluasi Satker BWS: DPRD Konawe memerintahkan Kepala BWS Sulawesi IV Kendari mengevaluasi kinerja satuan kerjanya terkait pernyataan adanya dugaan “pencurian air” oleh petani. Pernyataan tersebut dinilai tidak berdasar dan kontraproduktif.
BACA JUGA :  Kanwil BPN Sultra Apresiasi Kantah Kabupaten Busel atas Manajemen dan Validasi Data Yang Optimal

Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, berharap semua pihak konsisten menjalankan kesepakatan yang telah ditandatangani dalam berita acara rapat.

BACA JUGA :  Tekan Penularan HIV di Kendari, Dinas Kesehatan Gencar Kampanye PrEP

“Dengan adanya keputusan hasil RDP ini, kami berharap semua pihak, terutama BWS, dapat segera mengambil langkah-langkah perbaikan pada jaringan irigasi tersier. Kami juga berharap agar tuduhan tidak berdasar terkait pencurian air tidak lagi muncul,” kata I Made Asmaya.

Senada dengan I Made Asmaya, Ketua Komisi II Eko Saputra Jaya menekankan urgensi pasokan air agar jadwal tanam petani di Desa Ameroro dan Humboto tidak terganggu.

“Kami berharap pasca RDP ini, para petani segera menerima pasokan air memadai sehingga jadwal tanam berjalan sesuai harapan dan produktivitas pertanian kembali optimal,” ujar Eko Saputra Jaya.

DPRD Konawe berkomitmen untuk terus memantau perbaikan jaringan irigasi tersebut hingga tuntas demi menjamin kesejahteraan petani di Kecamatan Uepai.(Adv)