Bank Sultra, PNM dan BPR Bahteramas Kucurkan Rp1,4 Miliar untuk Petani Kakao Kolut

 

Sultrapedia.com, – Akses pembiayaan bagi petani kakao di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, terus diperluas melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Kakao.

Dalam rangkaian kegiatan yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan Industri Jasa Keuangan (IJK), total pembiayaan yang direalisasikan kepada petani mencapai sekitar Rp1,402 miliar.

Realisasi tersebut berasal dari sejumlah lembaga jasa keuangan. PT Bank Sultra menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,25 miliar, disusul PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui pembiayaan Mekaar sebesar Rp22 juta.

Sementara itu, PT BPR Bahteramas Kolaka Utara merealisasikan kredit produktif dengan total nilai Rp130 juta.

BACA JUGA :  Ditengah Banjir Melanda Kendari, Akun Sosmed Developer Sibuk Jualan Perumahan

Selain pembiayaan, program tersebut juga memberikan perlindungan bagi petani. BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan kartu kepesertaan kepada lima petani serta memberikan santunan Jaminan Kematian kepada ahli waris senilai Rp42 juta.

Dukungan perlindungan risiko juga diberikan melalui Asuransi Sinar Mas berupa polis asuransi jiwa gratis selama satu tahun kepada 50 ketua kelompok tani di Kabupaten Kolaka Utara.

Tidak berhenti pada akses pembiayaan dan perlindungan, sejumlah lembaga jasa keuangan juga memberikan bantuan sarana produksi untuk mendukung peningkatan produktivitas petani kakao.

PT Bank Sultra menyerahkan 12 unit sarana pertanian berupa alat semprot atau sprayer elektronik beserta jaring jemur kepada 10 petani.

BACA JUGA :  BI Terus Perkuat Ekosistem UMKM agar Naik Kelas dan Menembus Pasar Global melalui Sultra Maimo 2026

PT BPR Bahteramas Kolaka Utara turut memberikan bantuan kepada dua petani serta tambahan tiga unit alat sprayer.

Sementara itu, PT Pegadaian menyerahkan bantuan berupa tabung semprot kepada empat petani.

Berbagai dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kakao yang terintegrasi, sehingga petani tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga mendapatkan perlindungan risiko serta sarana pendukung untuk meningkatkan produktivitas perkebunan.

Program ini diharapkan dapat memperkuat posisi petani kakao Kolaka Utara sekaligus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah dari sisi pembiayaan, produktivitas hingga keberlanjutan usaha tani.