Sultrapedia.com – dua karya unggulan dari Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berasal dari Kota Baubau berhasil membawa pulang penghargaan dalam kegiatan Kompetisi Film Islami (KFI) Nasional 2025 di Jakarta. Posisi kota Baubau sebagai sentra penghasil film Islami berkualitas.
Kedua film pemenang tersebut adalah film dokumenter Pekandeana Ana-Ana Maelu dan film fiksi Cahaya Untuk Nur Kebanggaan Kota Baubau Berkat Kemenangan Ganda.
Kemenangan ganda ini menjadi bukti kepiawaian dari sineas ulung asal Baubau, Andhy Loppes Eba (yang juga dikenal sebagai Kadir), yang menyutradarai kedua film tersebut di bawah naungan Seribu Benteng Production.
Pekandeana Ana-Ana Maelu yang berarti Memberi Makan Anak Yatim, berhasil meraih penghargaan tertinggi di Kategori Film Dokumenter. Film ini menampilkan potret humanis dan mendalam tentang nilai-nilai sosial dan kepedulian Islami yang mengakar kuat di masyarakat Sultra.
Lalu kemudian Cahaya Untuk Nur juga tidak kalah bersinar, menyabet penghargaan di Kategori Film Fiksi. Karya fiksi ini mengangkat isu universal tentang kasih sayang dan pengorbanan terhadap orang tua, yang sebelumnya telah sukses meraih Juara I di KFI Tingkat Provinsi Sultra Tahun 2024.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kemenag) Kota Baubau, H. Mansur, mengapresiasi dan menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang ditorehkan oleh putra daerah ini.
“Prestasi yang diraih oleh saudara Andhy Loppes Eba ini merupakan kabar yang sangat membanggakan bagi seluruh masyarakat Baubau. Ini adalah bukti bahwa karya sinema dari daerah dapat bersaing dan unggul di kancah nasional,” ujar H. Mansur.
Beliau menekankan bahwa prestasi ini lahir dari tangan seorang Wartawan Senior di Kota Baubau yang berhasil mengalihkan ketajaman matanya dalam menangkap berita menjadi kisah sinematik bernilai tinggi. H. Mansur berharap kemenangan ini dapat memacu semangat generasi muda Baubau lainnya.
“Karya ini telah menjadi media dakwah kreatif yang efektif, tidak hanya menyiarkan pesan agama, tetapi juga memperkokoh semangat nasionalisme dan kepedulian sosial di tengah generasi milenial,” tutup H. Mansur.
Kemenangan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi Kota Baubau, menegaskan peran Kankemenag dalam mendukung ekosistem dakwah kreatif melalui film.






