Sukses Digelar, Nilai Transaksi Dalam Kegiatan Event BIK OJK Tahun 2025 Sebesar Rp 5 Miliar

Sultrapedia.com – Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 sukses digelar selama dua hari di Eks MTQ Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu 26 Oktober 2025.

Event tersebut merupakan agenda rutin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setiap di bulan Oktober. Dalam BIK tahun 2025 kali ini mencatatkan nilai transaksi hingga Rp5 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, saat memberikan sambutan pada malam penutupan BIK 2025, Minggu 26 Oktober 2025.

Lebih lanjut, Bismi menjelaskan, melalui perhelatan BIK 2025, ribuan masyarakat Sulawesi Tenggara telah memiliki tabungan dan rekening efek, dan ratusan pelaku UMKM telah mendapat akses kredit.

Saya juga melihat, masyarakat baik yang berada di desa maupun dipelosok telah teredukasi akan literasi keuangan,” ujar Bismi Maulana Nugraha.

BACA JUGA :  Kadin Sultra Promosikan Kain Tenun Kendari di Eropa

Kepala Kantor OJK juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov), pemerintah kabupaten dan kota se-Sultra, industri jasa keuangan, serta berbagai pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan tahunan itu.

Bismi Maulana Nugraha menambahkan, kesuksesan penyelenggaraan BIK adalah bentuk nyata, bahwa kegiatan inklusi keuangan bisa Menghidupkan semangat literasi dan kemandirian ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Saya menyampaikan apresiasi dan Terima kasih kepada pemerintah provinsi, tentunya kepada bapak gubernur. Kemudian kepada pemerintah daerah, baik dari kota dan kabupaten, yang telah mendukung kegiatan kita di malam hari ini,” tutupnya

Di tempat yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR) mengapresiasi capaian BIK 2025 yang mencatatkan nilai transaksi hingga Rp5 miliar.

BACA JUGA :  Maimo Sultra 2025 Resmi Dibuka, Sebagai Jembatan UMKM Menuju Digitalisasi

Menurut Gubernur Sultra, Bulan Inklusi Keuangan adalah momentum untuk menggunakan uang. Baca

“Penggunaan uang yang dimaksud bukan hanya berbelanja yah, tapi juga dengan menabung di perbankan,” jelas ASR.

Untuk diketahui, BIK merupakan agenda rutin yang digelar pada bulan Oktober di setiap tahun, untuk meningkatkan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama daerah 3T (Terpencil, Terluar, dan Tertinggal), dengan mengampanyekan budaya menabung dan meningkatkan pemahaman terhadap produk jasa keuangan.

Kegiatan ini juga bertujuan mendorong penggunaan produk dan layanan keuangan, meningkatkan literasi dan perlindungan konsumen, serta mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Penulis: Erik Lerihardika