Sultrapedia.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Oleh karena itu, pengembangan UMKM tidak lagi dipandang sebagai program pemberdayaan semata, melainkan bagian dari strategi pembangunan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri kreatif, dan mengembangkan potensi unggulan daerah.
Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi juga menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran, meningkatkan efisiensi usaha, dan memberikan kemudahan transaksi kepada konsumen. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengapresiasi peran Bank Indonesia yang terus mendorong implementasi QRIS di Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari percepatan transformasi digital UMKM.
Hingga Triwulan II 2026, pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara mencapai sekitar 350 ribu pengguna atau tumbuh 23,20% (yoy), sementara jumlah merchant telah mencapai lebih dari 267 ribu pelaku usaha atau tumbuh 28,49% (yoy) dengan volume transaksi mencapai 5,23 juta transaksi.
Selain transformasi digital, perluasan akses pasar juga menjadi fokus penguatan UMKM. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menginisiasi Gerai Ekspor Sultra (GETRA) bersama Bank Indonesia, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran GETRA diharapkan menjadi pusat layanan terpadu yang memberikan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor sehingga semakin banyak UMKM Sulawesi Tenggara mampu memasuki pasar internasional.
Gubernur Sulawesi Tenggara juga turut mengajak seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan GETRA sebagai sarana belajar mengenai ekspor, memperoleh pendampingan secara berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas usahanya agar mampu memenuhi standar pasar internasional dan memperluas akses ke pasar global.






