HUKUM  

Eks Gubernur Sultra Nur Alam Diminta Kosongkan Lahan 487 Meter, Sikap Andi Sumangerukka Dinilai Arogan

Sultrapedia.com – Gubernur Andi Sumangerukka dinilai arogan dan tidak beretika mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam. Pasalnya atas arahan Andi Sumangerukka, Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengirimkan surat pengosongan lahan yang tengah di gunakan oleh eks Gubernur Sultra, Nur Alam yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Anaiwoi, Kota Kendari.

Padahal lahan dengan luasan 487 meter persegi tersebut telah memasuki tahap Dum sejak tahun 2012 lalu. Dum diketahui merupakan proses penjualan aset atau barang milik pemerintah.

Seharusnya Pemerintah terlebih dahulu melakukan klarifikasi bukan malah mengirimkan surat pengosongan. Proses perintah pengosongan lahan tersebut dinilai arogan dan tidak beretika sehingga menimbulkan kecaman dari berbagai pihak.

“Saya kira tidak wajar, kalau ada kekurangan sedikit dari Pak Nur Alam, jangan ditempuh dengan cara-cara yang tidak bersahabat, dan sedikit arogan, jadi himbauan kita siapa saja yang menjalankan tugas fungsi mari mengedepankan permusyawaratan, kekeluargaan, persahabatan, dan menjaga kedamaian diantara kita semua,” kata kerabat Nur Alam Saemu Alwi saat diwawancarai oleh sejumlah awak media, Kamis 18 Desember 2025.

BACA JUGA :  Berikut Koronologi 4 Pekerja PT KDI Tewas Tertimbun Longsor di Konut, Satu Korban Asal Lampung

Pada kesempatan yang sama, Bisman Saranani yang turut mendampingi meminta Pemprov khususnya Gubernur Sultra untuk menjaga kondusifitas.

“Kami memohon kepada Pemprov Sultra, sebagai masyarakat agar kota Kendari kita jaga kondusifitasnya, jangan kalau ada masalah dengan masyarakat kita seolah-olah selalu berhadapan dengan pemerintah, ini tidak bisa dieksekusi karena ini tidak sedang berperkara,” tuturnya

Pihaknya juga memahami bahwa lahan seluas 487 meter persegi tersebut merupakan aset pemerintah yang telah memasuki tahap Dum atau pengalihan sejak tahun 2012 lalu.

“Kami paham ini aset negara yang sedang berproses dialihkan kepemilikannya kepada masyarakat. Kami sebagai keluarga bersedia bernegosiasi, bagaimana penyelesaian terbaik terhadap persoalan ini dibanding kalau ada terjadi sesuatu disini,” terangnya .

BACA JUGA :  Pantau Kesiapan Pemilu 2024, Tim Mabes Polri Supervisi Operasi Mantab Brata di Polda Sultra

Kata Bisman Saranani bahwa bagaimana pun Nur Alam merupakan tokoh yang pernah menjabat Sebagai Gubernur dan memiliki kontribusi besar dalam membangun Sultra selama 2 periode.

“Terlepas dari kekurangan bapak Nur Alam beliau ini bekas Gubernur kita 10 tahun dan berhasil, saya tidak kultus pribadikan Nur Alam, tapi saya pribadi dan keluarga menghormati jasa-jasanya, kita tidak mau pemimpin di Sultra berakhir dengan tragis,” jelasnya.

Dia kembali menegaskan jika kehadiran mereka bukan membawa atas nama ormas, melainkan sebagai keluarga Nur Alam.

“Kehadiran kami semua disini untuk memberikan support untuk keluarga kita, bapak Nur Alam sekeluarga, yang pertama kami hadir disini sebagai keluarga, tidak membawa nama-nama organisasi, apapun Nur Alam dia tetap saudara kami,” pungkasnya.

Penulis: Erik