HUKUM  

Eks Karyawan PT Carsurin Diteror

Sultrapedia.com – Puluhan mantan karyawan PT Carsurin Tbk yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mendadak mendapat pesan WhatsApp misterius dari seseorang yang mengaku bernama Efi, mengatasnamakan Human Capital dari kantor pusat perusahaan di Gedung New Soho, Jakarta Barat.

Pesan ini bukan sekadar sapaan biasa, melainkan diduga sebagai upaya terselubung untuk mengorek informasi sensitif dari para eks karyawan, sembari meminta mereka merahasiakan percakapan tersebut.

Salah satu korban, Supriyadi menceritakan, awalnya Efi memperkenalkan diri sebagai perwakilan perusahaan yang bertugas melakukan survei kepuasan karyawan.

“Dia bilang ingin mendengar pendapat saya soal pengalaman bekerja di Carsurin, termasuk sistem penggajian,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dipicu Cemburu, Istri Siri Oknum Polisi Diduga Aniaya Pacar Suami

Namun, di balik nada ramah, Efi mengajukan pertanyaan yang mencurigakan, seperti apakah Supriyadi pernah mengalami pemotongan gaji atau diminta mengembalikan dana karena salah transfer. Yang lebih janggal, Efi meminta Supriyadi merahasiakan obrolan tersebut.

Supriyadi, yang di-PHK tanpa alasan jelas dan tanpa kompensasi, mengaku kecewa berat dengan perlakuan perusahaan.

“Saya tidak puas. PHK dilakukan tiba-tiba, tanpa penjelasan, tanpa pesangon. Sekarang malah ada pesan aneh ini,” ungkapnya.

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Kendari, Iswanto Sugiarto, membenarkan adanya pola pesan serupa yang diterima eks karyawan PT Carsurin.

BACA JUGA :  Polisi Amankan Juru Parkir Liar di Kendari

Ia menyebut ini sebagai modus teror baru yang dirancang untuk menutupi pelanggaran hak pekerja.

“Mereka menghubungi mantan karyawan, meminta kerahasiaan, seolah-olah perusahaan tidak tahu-menahu soal masalah internal. Ini akal-akalan belaka,” tegas Iswanto.

Menurut Iswanto, PT Carsurin memiliki catatan buruk dalam sistem ketenagakerjaan.

“Cuti tidak dibayar, lembur tidak dihitung, kompensasi PHK nihil. Bahkan, data privasi karyawan yang di-PHK hanya diketahui oleh PT Carsurin dan mitranya, PT PUS. Ini jelas permainan perusahaan untuk mengelabui publik,” tambahnya.

Penulis: Erik