Hingga Hari Ketujuh, Pencarian La Mai di Hutan Kampus USN Belum Membuahkan Hasil

Sultrapedia.com – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang warga yang diduga hilang di kawasan hutan sekitar area Kampus Universitas Sembilanbelas November (USN), Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

Memasuki hari ketujuh operasi SAR, Rabu (2/9/2026), pencarian terhadap La Mai (62), warga Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka, kembali dilakukan sejak pukul 07.00 Wita. Tetapi hingga menjelang sore hari tak membuahkan hasil.

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, mengatakan pencarian hari ketujuh dilakukan dengan membagi tim menjadi dua kelompok untuk menyisir area yang telah ditentukan.

“Tim satu melakukan penyisiran di sisi kanan dengan luas area pencarian sekitar 500 x 1.500 meter. Sementara tim dua menyisir sisi kiri dengan luas area yang sama,” kata Wahyudi dalam keterangan resminya.

BACA JUGA :  Saham Bank Sultra Telah Diakuisisi Bank Jawa Timur

Kedua tim melakukan pencarian menggunakan metode search and rescue (SAR) serta menyusuri sejumlah jalan setapak yang berada di kawasan hutan.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR gabungan melibatkan SMC dan staf SMC Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Unit Siaga SAR Muna, aparat desa, Babinsa, masyarakat sekitar serta keluarga korban.

Sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk mendukung proses pencarian, di antaranya rescue car, sepeda motor trail, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.

Berdasarkan informasi Basarnas, La Mai diketahui meninggalkan rumah pada 25 Agustus 2026. Saat itu, korban disebut keluar rumah untuk mencari istrinya yang sedang menghadiri acara pingitan.

BACA JUGA :  Kecelakaan Lalulintas di Kendari Terjadi, Satu Orang Tewas 

Korban kemudian terakhir kali terlihat oleh warga di kawasan Padabalano, tepatnya di sekitar hutan yang berada tidak jauh dari area Kampus USN.

Pihak keluarga menyebut korban dalam kondisi sudah pikun. Upaya pencarian sebelumnya telah dilakukan oleh Babinsa, aparat desa, masyarakat sekitar dan keluarga korban. Namun, hingga informasi tersebut diterima Basarnas, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Operasi pencarian pada hari ketujuh berlangsung dalam kondisi cuaca cerah. Berdasarkan informasi BMKG, angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan sekitar 7 kilometer per jam.

Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah area yang telah ditentukan guna menemukan keberadaan korban.