HUKUM  

Kabur ke Morowali, Polisi Amankan Dua Pelaku Penganiayaan Bersajam di Kios Wawotobi

Sultrapedia.com – Pelarian dua pemuda pelaku penganiayaan bersenjata tajam di Wawotobi akhirnya terhenti sudah. Tim Resmob Polres Konawe berhasil meringkus keduanya di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kurang dari 24 jam.

Keduanya harus berhadapan dengan hukum lantaran melakukan penganiayaan dengan senjata tajam (sajam) jenis parang di sebuah toko sembako di Kelurahan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Dua pelaku dengan inisial MA (16) dan AP (20) ditangkap saat bersembunyi di sebuah rumah kos di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Senin, 8 Desember 2025, sekitar pukul 16.30 WITA. Keduanya diketahui sedang berupaya kabur keluar dari wilayah Konawe.

BACA JUGA :  Gugatan Kasasi OJK terkait Pencabutan Izin Usaha Kresna Life Dikabulkan MA

Kapolres Konawe, AKBP Noer Alam, S.IK, melalui Kasat Reskrim AKP Taufik Hidayat, S.TrK, S.IK, mengungkapkan bahwa operasi pengejaran ini merupakan aksi respons cepat Unit Resmob Polres Konawe bersama Unit Reskrim Polsek Wawotobi yang dipimpin AIPTU Supahmil.

“Tim bergerak setelah memastikan para pelaku melarikan diri ke wilayah Bahodopi. Keduanya ditemukan di sebuah rumah kos,” ujar AKP Taufik, Selasa (9/12/2025).

Penangkapan itu tak berlangsung mulus. Situasi sempat menegangkan ketika salah satu pelaku, MA, nekat melompat keluar jendela kamar kos saat hendak ditangkap. Namun pelarian singkat itu langsung dipatahkan petugas yang dengan sigap mengejarnya.

BACA JUGA :  Proyek Molor, Sejumlah Kontraktor di Konawe Diperiksa Polisi

“Alhamdulillah, pelaku yang berusaha kabur berhasil diamankan. Dengan demikian, kedua pelaku sudah kami tangkap,” tambahnya.

Setelah ditangkap, kedua pelaku langsung digelandang ke Mapolres Konawe untuk pemeriksaan lanjutan. Mereka diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan menggunakan parang terhadap korban bernama Rifky.

Meski demikian, polisi masih menelusuri lebih jauh peran masing-masing pelaku. Dalam rekaman CCTV, hanya satu orang yang tampak jelas melakukan aksi penganiayaan. Motif keduanya pun masih dalam pendalaman penyidik.

Penulis : Redaksi