Sultrapedia.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kendari menggelar Dialog dan Refleksi Akhir Tahun , Pada Minggu (21/12/2025).
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Ketua MUI Kota Kendari prof, Dr,H,Moh Yahya Obaid dan Ketua BAZNAS Kota Kendari Drs,H Amri Nasir,MSi, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kendari,Dr H samsuri ,Mpd.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat ukhuwah serta meningkatkan pemahaman dan kualitas kehidupan umat beragama di Kota Kendari.
Dalam kegiatan tersebut ketua FKUB menyampaikan bahwa Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi sekaligus pintu gerbang ekonomi memiliki karakter masyarakat yang sangat heterogen, baik dari sisi agama maupun suku.
Menurut dia, kondisi ini menuntut adanya pembinaan berkelanjutan terhadap kerukunan antarumat beragama serta pengelolaan perbedaan paham melalui pendekatan moderasi beragama.
Hingga penting membangun pandangan yang terbuka terhadap berbagai perbedaan. Menurutnya, perbedaan merupakan rahmat yang harus dikelola dengan baik agar menjadi harmoni dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan yang rukun dan damai,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia juga mendorong pembentukan kepengurusan hingga tingkat kecamatan serta pengembangan kampung moderasi sebagai upaya konkret menanamkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Kendari menekankan pentingnya pembangunan ukhuwah berbasis pemberdayaan ekonomi umat Islam.
Ia menyampaikan bahwa penguatan ekonomi umat dapat dilakukan melalui bantuan modal usaha produktif yang dikelola secara profesional oleh lembaga zakat.
“Pemberdayaan ekonomi umat merupakan salah satu kunci dalam memperkuat ukhuwah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ditempat yang sama, ketua MUI kota Kendari, menyoroti perubahan sosial masyarakat kota yang cenderung semakin hedonis,hingga diperlukan pembangunan moral sosial berdasarkan kaidah agama,serta menjunjung kearifan adat lokal kalosara.
Melalui dialog dan refleksi akhir tahun ini, para pemangku kepentingan berharap terbangun sinergi yang kuat antar lembaga keagamaan dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan beragama yang rukun, moderat, dan sejahtera di Kota Kendari.






