Sultrapedia.com – Sungai di Desa Porara, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak hilang. Bahkan rumah warga dikabarkan bergeser.
Hal itu dipicu adanya material limbah padat (slag) yang diduga berasal dari aktivitas industri PT Virtue Dragon Nickel industry (VDNi). Selain itu, jalan haulling juga ikut amblas. Peristiwa ini viral setelah rekamannya beredar luas di media sosial.
Kepala Desa Porara, Junaidi Bakri, saat dikonfirmasi membenarkan musibah itu terjadi pada Kamis pagi, sekitar pukul 08.00 WITA.
“Benar pak, kejadiannya kemarin sekitar jam 8 pagi,” ujar Junaidi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, hilangnya sungai tersebut bukan fenomena alam murni, melainkan karena timbunan limbah slag PT VDNi yang menggunung dan kemudian longsor, sehingga menutup badan sungai.
“Penyebabnya slag dari perusahaan yang tertumpuk hingga longsor, menyebabkan sungai tertutup,” jelasnya.
Dampak dari longsoran itu tak hanya memutus aliran sungai. Satu unit rumah warga dilaporkan mengalami pergeseran, sementara sejumlah empang milik warga turut rusak parah. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Rumah warga sampai bergeser, empang juga ikut rusak,”tambah Kades
Umtul diketahui PT VDNi sebagai perusahaan penghasil slag, berkewajiban mengelola limbah sesuai PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Pembuangan limbah slag secara sembarangan ke tanah, sungai, atau saluran umum dilarang keras, karena dampaknya dapat mengancam lingkungan maupun kesehatan warga.
Limbah yang mengandung logam berat berpotensi mencemari air tanah dan sungai, merusak ekosistem, hingga memicu hilangnya spesies lokal.
Sehingga PT VDNi diduga melanggar aturan pengelolaan limbah B3 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Sementara itu hingga berita ini terbit, belum ada pernyataan resmi dari management VDNi ihwal peristiwa tersebut.
Penulis : Redaksi






