Sultrapedia.com – Keberadaan tower crane yang melintang di atas jalan raya di lokasi proyek pembangunan gedung Landmark Mandiri menuai sorotan masyarakat kota Kendari, pada Senin (23/2/2026).
Proyek yang terletak di jalan Drs, H Andullah Silondae, kecamatan Mandonga Kota Kendari, tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan karena beroperasi tepat di atas jalur lalu lintas tanpa pengamanan yang memadai.
Warga yang melintas mengaku merasa was-was setiap kali tower crane bergerak mengangkat material proyek. Selain posisi lengan crane yang menjangkau badan jalan, di sekitar lokasi juga tidak terlihat adanya rambu-rambu peringatan maupun petugas pengawas lalu lintas.
Seorang pengguna jalan Erik Lerihardika mengatakan kondisi tersebut sangat berisiko, terutama saat aktivitas proyek berlangsung pada jam ramai kendaraan.
“Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Tiba-tiba crane bergerak di atas jalan, tentu kami khawatir kalau ada material jatuh,” ujarnya.
Minim Pengamanan Proyek Pantauan di lapangan menunjukkan area proyek hanya dibatasi pagar sederhana tanpa dilengkapi papan informasi pekerjaan.
Padahal, standar keselamatan kerja mengharuskan adanya pengamanan ekstra ketika alat berat beroperasi di area publik.
Untuk itu, dia meminta Pemerintah Turun Tangan
dan berharap instansi terkait segera melakukan inspeksi terhadap proyek tersebut.
“Saya juga meminta perusahaan pelaksana segera memasang rambu peringatan proyek, menempatkan petugas pengatur lalu lintas membatasi area operasi crane menjamin keselamatan pengguna jalan Jika tidak segera ditangani, warga khawatir keberadaan tower crane tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan serius bagi pengendara maupun pejalan kaki yang melintas setiap hari,” pungkasnya





