Sultrapedia.com – Sudah setahun lounching Kampung Zakat Labalawa harapan baru kini menyinari Kelurahan Labalawa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra)
Labalawa tidak lagi dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, melainkan sebagai pilot project keberhasilan pemberdayaan ekonomi umat melalui program inovatif “Kampung Zakat Labalawa”.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Baubau H. Mansur mengatakan, bahwa program unggulan ini merupakan buah sinergi emas antara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Baubau, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Pemerintah Kota Baubau.
Dijelaskan, pihaknya mengubah paradigma penyaluran zakat dari sekadar bantuan konsumtif menjadi investasi produktif yang berkelanjutan.
Mengubah penerima jadi pemberi sejak diluncurkan Kampung Zakat Labalawa secara konsisten berfokus pada pelatihan keterampilan, pendampingan bisnis kecil, dan bantuan modal usaha bagi keluarga prasejahtera. Dampaknya? Luar biasa,” ungkapnya
Menurut dia, warga Labalawa yang semula berada dalam daftar mustahik (penerima zakat) kini satu per satu mulai bangkit dan mandiri secara ekonomi.
Kisah-kisah inspiratif bermunculan, di mana para penerima manfaat sukses mengembangkan usaha rumahan, meningkatkan pendapatan keluarga, dan bahkan beberapa di antaranya sudah mulai mampu menunaikan zakat (berubah status menjadi muzakki). Ini adalah puncak keberhasilan yang mewujudkan cita-cita program.
“Keberhasilan ini adalah wujud nyata sinergi antara program pemerintah dengan potensi dana keagamaan,” ujar Kepala Kemenag Kota Baubau, Mansur.
Ke depan, Kaya dia, pihaknya berharap Labalawa menjadi percontohan nasional. Dengan pengelolaan zakat yang profesional dan semangat gotong royong, Kampung Zakat Labalawa tidak hanya sekadar mengentaskan kemiskinan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkesinambungan di seluruh Kota Baubau.






