Sultrapedia.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) XV Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Namun, menjelang pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 6–12 Desember 2026 di Kota Kendari, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) justru masih dihadapkan pada persoalan kekosongan kepemimpinan definitif Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran sejumlah pihak, khususnya kalangan cabang olahraga (cabor) yang tengah mempersiapkan atlet untuk berlaga di ajang empat tahunan tersebut.
Salah satunya datang dari Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Buton Tengah. Mereka mendesak agar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Buteng periode 2026–2030 segera dilaksanakan.
Sekretaris sekaligus Kepala Pelatih Taekwondo Buteng, Ahmad Zaini, S.Pd., mengatakan bahwa kepemimpinan definitif KONI sangat dibutuhkan untuk mengoordinasikan dan mengonsolidasikan seluruh cabang olahraga menjelang Porprov Sultra XV.
“Jangan sampai atlet yang sudah berjuang keras melalui latihan dan pengorbanan justru harus menghadapi ketidakpastian akibat persoalan organisasi. Kepentingan atlet dan nama baik Kabupaten Buton Tengah harus menjadi prioritas bersama,” ujar Ahmad Zaini, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, penundaan Musorkablub berpotensi menimbulkan sejumlah persoalan yang dapat menghambat persiapan kontingen Buton Tengah.
Setidaknya terdapat lima dampak yang dikhawatirkan terjadi apabila kekosongan kepemimpinan KONI terus berlarut-larut.
Pertama, koordinasi antara KONI dan seluruh cabang olahraga berpotensi melemah, sehingga menyulitkan penyusunan langkah persiapan kontingen.
Kedua, pengambilan kebijakan strategis terkait kebutuhan atlet, pelatih, hingga administrasi kontingen dapat mengalami keterlambatan.
Ketiga, persiapan atlet terancam terganggu akibat belum adanya kepastian program latihan, pemusatan latihan (TC), serta dukungan fasilitas yang memadai.
Keempat, ketidakjelasan tata kelola organisasi dikhawatirkan berdampak pada koordinasi anggaran dan pertanggungjawaban pendanaan masing-masing cabang olahraga.
Kelima, situasi tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan serta semangat para pelatih dan atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Menyikapi kondisi tersebut, Pengkab TI Buteng meminta Pemerintah Daerah, KONI Provinsi Sulawesi Tenggara, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga di Buton Tengah segera mengambil langkah konkret.
Mereka berharap Musorkablub dapat segera digelar untuk melahirkan kepengurusan KONI yang definitif, solid, dan mampu mengoordinasikan seluruh cabang olahraga.
Ahmad Zaini menegaskan, pelaksanaan Musorkablub bukan untuk menciptakan perpecahan di internal organisasi, melainkan menjadi momentum pembenahan demi kepentingan olahraga dan prestasi daerah.
“Dengan waktu yang terus berjalan mundur, setiap detik keterlambatan organisasi dinilai akan langsung mempertaruhkan nasib prestasi dan nama baik Kabupaten Buton Tengah di panggung Porprov Sultra XV 2026,” ungkapnya.
Ia berharap persoalan internal KONI Buteng segera diselesaikan agar para atlet dapat fokus menjalani persiapan dan membawa nama baik daerah pada Porprov Sultra XV 2026.






