Cegah Stunting, Pemkot Melalui Dinas Perikanan Kendari Sosialisasikan Menu Olahan Ikan ke Masyarakat

Sultrapedia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Perikanan Kendari menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan stunting dan pemberian menu olahan Ikan bagi keluarga berisiko stunting, di Kantor Kecamatan Kendari, Rabu (9/7/2025).

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati. Hadir dalam kegiatan tersebut para kepala OPD yang diwakili, Camat Kendari, Camat Kendari Barat, Camat Poasia dan Camat Nambo, serta lurah se-Kecamatan Kendari, serta narasumber Ibu Putri Patricia (praktisi makanan olahan) dan Ibu Bugiyana (Penyuluh Perikanan), Koordinator penyuluh perikanan serta peserta sosialisasi.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran melalui Nismawati menyampaikan, bahwa stunting terjadi akibat kekurangan asupan gizi, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Dikatakannya, kekurangan gizi pada periode ini bukan hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak dan produktivitas anak di masa depan.

Secara nasional, kata dia, pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14,4 persen pada tahun 2029 dan mencapai 5 persen pada tahun 2045.

“Prestasi penurunan stunting dari 30,8 persen pada tahun 2018 menjadi 21,5 persen pada 2023 harus diapresiasi dan dilanjutkan melalui gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya

Menurut dia, Intervensi sensitif yang dilakukan Dinas Perikanan melalui pembagian menu olahan ikan adalah upaya konkrit untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi protein hewani ikan dalam mencegah stunting.

BACA JUGA :  DPRD Konawe Desak BWS Kendari Benahi Irigasi Tersier Warga Ameroro

“Kandungan protein pada ikan jauh lebih tinggi dibandingkan protein hewani lain, serta memiliki asam amino lengkap yang sangat dibutuhkan dalam fase tumbuh kembang anak. Ikan juga dapat diolah menjadi berbagai bentuk makanan menarik dan bergizi tanpa mengurangi nilai gizi, seperti nugget, kerupuk, hingga bakso ikan,” tegasnya

Dilanjutkan, dengan pengolahan yang tepat dan edukasi yang terus dilakukan, ikan dapat menjadi menu favorit keluarga, terutama bagi anak-anak.

Meski demikian, dia mengajak seluruh pihak agar program pencegahan stunting ini menjadi gerakan bersama yang konsisten dan berkelanjutan.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Agus Salim menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Kendari dalam mendukung program nasional dan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Zero Hunger, dengan fokus pada penghapusan kelaparan, perbaikan gizi, dan ketahanan pangan.

Agus Salim menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting dari 24,4 persen menjadi 14 persen di tahun 2024.

Saat ini, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menempati peringkat ke-9 tertinggi secara nasional dalam prevalensi stunting, yang berarti masalah ini masih menjadi ancaman nyata bagi generasi muda di daerah.

BACA JUGA :  Soal Pembangunan RSJ Provinsi Sultra, Ini Kata Sekda

“Dinas Perikanan Kota Kendari mengambil peran aktif dengan melaksanakan sosialisasi dan pemberian bantuan pangan bergizi kepada keluarga berisiko stunting di beberapa kelurahan,” ungkap Agus Salim.

Berdasarkan data Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), terdapat 1.018 keluarga berisiko stunting di Kota Kendari.

Dari jumlah itu, 326 keluarga menjadi sasaran prioritas yang tersebar di 27 kelurahan pesisir pada 5 kecamatan. Bantuan pangan akan disalurkan secara langsung dan bertahap.

Selama tahun 2025, Dinas Perikanan akan terus melaksanakan berbagai program intervensi pencegahan stunting, termasuk:

Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), untuk meningkatkan konsumsi ikan;
Edukasi gizi, pelatihan, dan sosialisasi kepada masyarakat. Pemberian makanan olahan berbahan dasar ikan untuk keluarga risiko stunting.

Pelatihan pengolahan ikan agar masyarakat bisa membuat olahan yang menarik bagi anak-anak, seperti bakso ikan, nugget ikan, dan kerupuk berbasis ikan. Bimbingan teknis bagi pengelola dapur balita dan kelompok pengolah ikan di wilayah locus stunting.

“Intervensi sensitif ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein ikan untuk pertumbuhan anak, mencegah gizi buruk, dan memperbaiki kondisi gizi keluarga,” ujar Agus Salim.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata peran aktif Dinas Perikanan dalam mendukung penurunan stunting di Kota Kendari, demi terwujudnya generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. (Adv)