Diduga Gunakan Jet Pribadi Saat Deklarasi, Ampuh Sultra Minta KPK Periksa Bacagub Sultra

Sultrapedia.com – Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hendro Nilopo tanggapi sebuah foto yang beredar dimana seorang Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) inisial RKM tengah berada di dalam jet pribadi.

RKM diduga menggunakan jet pribadi dari Jakarta menuju Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara dalam rangka Deklarasi sebagai Bakal Calon Gubernur Sultra periode 2024-2029.

Untuk itu, Hendro meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa yang bersangkutan (RKM). Menurutnya, kasus tersebut wajib untuk di telusuri, sebab hingga saat ini RKM masih berstatus Bupati aktif.

BACA JUGA :  Dr. M. Yusuf Diduga Caplok Logo Pemprov Sultra Ambil Alih Yayasan Unsultra : Gunakan AHU PT Ruang Kerja Raya

“Ini mesti di telusuri oleh KPK, jangan sampai anggarannya bersumber dari APBD. Karena yang bersangkutan (RKM) masih berstatus Bupati aktif,” ujar Hendro kepada media ini, Selasa (3/9/24).

Pihaknya juga menyinggung reaksi KPK saat mengetahui putra Presden RI Kaesang menumpangi jet pribadi.

“Kasusnya sama, hanya orangnya saja yang berbeda. Jadi pihak KPK mesti adil dalam kasus pejabat naik jet pribadi ini,” uungkapnya

Hendro berharap, agar KPK RI bisa mengusut dan melakukan penindakan terkait perkara oknum Bacagub Sultra sekaligus Bupati aktif deklarasi menggunakan jet pribadi.

“Semoga kasus ini bisa diusut dan di tuntaskan oleh KPK RI, jangan seperti kasus-kasus sebelumnya,” Imbuhnya

BACA JUGA :  Pria di Buton Ditangkap Polisi Usai Berulang Kali Setubuhi Putri Kandung

Hendro menuturkan, bahwa yang bersangkutan (RKM) telah di laporkan beberapa kali ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun sampai saat ini RKM masih bebas di zona nyaman.

“Sudah pernah di laporkan oleh teman-teman aktivis soal dugaan korupsi dana Covid, tapi belum juga di panggil dan di periksa. Semoga di kasus ini KPK RI bisa lebih profesional,” harapnya

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan media ini masih melakukan upaya konfirmasi kepada pihak terkait.

Editor: Erik