Sultrapedia.com – Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi’i Nafsikin, S.H., S.I.K., M.H. turun langsung mengecek kondisi puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Askar Kendari yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan tersebut berlangsung Jumat (18/9/2026) malam, mulai sekitar pukul 21.00 hingga 23.30 Wita. Kapolresta didampingi Wakapolresta Kendari AKBP Moh. Yosa Hadi, Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau, Kapolsek Baruga serta sejumlah personel.
Kapolresta Kendari bersama rombongan pertama kali mendatangi Puskesmas Lepo-Lepo. Di lokasi tersebut, terdapat 23 santri yang sedang menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan medis.
Safi’i kemudian mengecek langsung kondisi para santri sekaligus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan mengenai perkembangan kondisi dan penanganan medis yang diberikan.
Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke RS Dewi Sartika Kendari. Sebanyak 19 santri tercatat mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.
Kapolresta kembali melakukan pengecekan kondisi para santri dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait perkembangan kesehatan serta penanganan medis.
Usai mengunjungi dua fasilitas kesehatan, Kapolresta Kendari kemudian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Baruga Watubangga Kendari, yang berkaitan dengan penyediaan makanan MBG yang dikonsumsi para santri.
Di SPPG tersebut, polisi melakukan koordinasi dengan pihak penanggung jawab untuk memperoleh informasi awal mengenai proses penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan makanan, pengolahan, penyimpanan, pemasakan, pengemasan hingga pendistribusian.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui rangkaian proses penyediaan makanan yang diduga dikonsumsi para santri sebelum mengalami keluhan kesehatan.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, pihak kepolisian memperoleh informasi awal dari fasilitas kesehatan maupun pihak SPPG.
Sementara itu, Unit II Tipidter Satreskrim Polresta Kendari akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kejadian tersebut.
Pendalaman juga mencakup pemantauan perkembangan kondisi para santri yang mengalami keluhan kesehatan serta penelusuran terhadap proses penyediaan makanan MBG yang dikonsumsi sebelum kejadian.






