Sultrapedia.com — Dua Polisi Wanita (Polwan) asal Sulawesi Tenggara kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Brigpol Dwi Nurrohmah Muntalib, S.H., M.H., dan Briptu Azalya, S.H., terpilih menjadi bagian dari Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA yang akan menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.
Keikutsertaan kedua Polwan tersebut menjadi kebanggaan bagi Polda Sulawesi Tenggara. Mereka akan membawa nama Polri sekaligus Indonesia dalam menjalankan tugas di bawah mandat PBB.
Prestasi tersebut semakin istimewa bagi Brigpol Dwi Nurrohmah Muntalib. Ia berhasil meraih predikat sebagai salah satu Polwan lulusan terbaik setelah melewati rangkaian seleksi dan latihan yang berlangsung secara berjenjang.
Dwi mengungkapkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari latihan, kerja keras, doa, serta dukungan keluarga, khususnya suami dan orang tua.
Seleksi tersebut dilalui mulai dari tingkat daerah hingga tingkat pusat, kemudian dilanjutkan dengan Latihan Pra-Penugasan (Latpragas) selama kurang lebih enam bulan.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda, Bapak Wakapolda atas dukungannya sehingga kami bisa mengharumkan nama Sulawesi Tenggara, khususnya Polda Sultra,” ungkap Brigpol Dwi Nurrohmah.
Sementara itu, kesiapan Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA ditandai dengan prosesi pembaretan yang digelar di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).
Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H., mengatakan sebanyak 150 personel mengikuti rangkaian latihan dan pembaretan sebelum menjalankan misi perdamaian internasional.
Dari jumlah tersebut, terdiri atas 124 polisi laki-laki dan 26 polisi wanita.
“Para personel akan dikirim ke Afrika Tengah, tepatnya di Bangui yang merupakan daerah tugas PBB,” ungkap Untung saat prosesi pembaretan.
Menurutnya, para personel diperkirakan menjalankan tugas selama 12 hingga 14 bulan dalam misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.
Sebelum pembaretan, para personel telah mengikuti rangkaian latihan pra-penugasan pada 6 hingga 11 September 2026 di wilayah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.
Latihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keterampilan, stamina, kedisiplinan, kesiapan mental serta kekompakan personel sebelum menjalankan tugas di wilayah misi.
Bagi Dwi Nurrohmah dan Azalya, penugasan tersebut menjadi kesempatan untuk membawa semangat pengabdian dari Sulawesi Tenggara ke panggung internasional.
Dua srikandi Polda Sultra itu kini bersiap menjalankan tugas kemanusiaan dan perdamaian di Afrika Tengah, sekaligus membawa nama Indonesia dalam misi internasional di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dari Bumi Anoa untuk perdamaian dunia.






