RAGAM  

Gandeng Basarnas, Lapas Perempuan Kendari Gelar Simulasi Evakuasi Darurat Libatkan 70 Peserta

 

Sultrapedia.com, Kendari – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari bekerja sama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari menggelar simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan petugas dan warga binaan dalam menghadapi potensi bencana maupun situasi darurat di lingkungan pemasyarakatan.

Simulasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan tindakan penyelamatan serta evakuasi secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Agustina, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari atas dukungan, pendampingan, serta pembekalan ilmu dan keterampilan yang diberikan melalui kegiatan tersebut.

Menurutnya, kesiapsiagaan bencana di lingkungan pemasyarakatan memiliki tantangan tersendiri. Proses penyelamatan tidak hanya harus mengutamakan keselamatan petugas, tetapi juga seluruh warga binaan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Kolaborasi dengan KPP Kendari dinilai penting untuk memberikan pemahaman praktis mengenai teknik penyelamatan, prosedur evakuasi darurat, penanganan awal korban, penggunaan peralatan keselamatan, serta koordinasi antarpersonel ketika menghadapi keadaan darurat.

BACA JUGA :  Resmikan Rumah Susun untuk Mahasiswa, Rektor UHO Berharap Dapat Dimanfaatkan Sebaik-baiknya 

“Dalam situasi darurat, setiap detik sangat berharga. Ketepatan dalam mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, serta pemahaman terhadap prosedur penyelamatan dapat menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan nyawa manusia,” kata Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari.

Selain meningkatkan kapasitas petugas, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan agar mampu mengenali tanda-tanda bahaya, memahami jalur evakuasi dan titik kumpul, serta mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri secara tertib dan aman sesuai arahan petugas.

Melalui simulasi tersebut, Lapas Perempuan Kelas III Kendari juga mendorong evaluasi terhadap kesiapan prosedur tanggap darurat, jalur evakuasi, titik kumpul, serta koordinasi dalam mengarahkan dan mengevakuasi warga binaan.

Dengan demikian, proses penyelamatan diharapkan dapat berjalan secara terarah tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

Sementara itu, Kepala Seksi Sumber Daya KPP Kendari, Asmar, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi pihaknya dalam memberikan pelatihan kepada warga binaan lapas.

“ini merupakan hal yang baru buat kami dalam hal ini melatih warga binaan lapas, ini membuktikan bahwa bencana maupun musibah tidak mengenal kalangan manapun dan dimanapun, olehnya diharapkan agar para peserta dapat menyimak dengan baik dan mempelajari pengetahuan dasar ilmu SAR untuk dapat diaplikasikan manakala dibutuhkan,” jelasnya

BACA JUGA :  Pengurus DPD LA Center Kota Kendari Resmi Dikukuhkan

Asmar berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik sehingga pengetahuan dasar mengenai pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR) dapat dipahami dan diterapkan ketika menghadapi situasi darurat.

Kegiatan tersebut menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh jajaran, pemahaman terhadap prosedur keselamatan, serta sinergi lintas instansi.

Melalui kerja sama dengan KPP Kendari, Lapas Perempuan Kelas III Kendari berharap budaya sadar bencana semakin kuat dan seluruh jajaran memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri pejabat struktural Lapas Perempuan Kelas III Kendari serta lima orang instruktur dari KPP Kendari. Simulasi ini diikuti 70 peserta, yang terdiri atas 30 pegawai lapas dan 40 warga binaan.