HUKUM  

Hilangnya Agung Santri PPTQ Darur Raihanun Konsel, Dilaporkan ke LPAI dan Komnas HAM

Sultrapedia.com – Agung Kurniawan (14), seorang santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Darur Raihanun Nahdatul Wathan di Konawe Selatan (Sultra) lima bulan hilang hingga saat ini tak kunjung ditemukan.

Merasa janggal, kelurga korban yang di dampingi oleh kuasa hukum Agung, Tri Mandala P. Erindo, melaporkan kasus ini ke Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, pada Rabu (17/7/2024).

Dengan dilaporkannya kepada kedua lembaga itu dapat mempercepat proses pencarian dan penyelidikan Agung.

“Hari ini kami selaku kuasa hukum dari pihak keluarga agung kurniawan berada di Jakarta untuk datang berdiskusi dan memasukkan aduan kepada 2 Instansi yang menurut kami berhubungan dan dapat membantu memudahkan proses pencarian Agung Kurniawan,” ujar Tri Mandala P. Erindo.

BACA JUGA :  Oknum Dosen Haluoleo Kendari PA Diringkus Polisi Usai Tipu Calon Mahasiswa Masuk Program PPA

Selain itu, pihaknya sangat menyesalkan terjadinya kejadian hilangnya Agung Kurniawan. Apalagi dalam pengawasan pondok pesantren dimana merupakan lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak dalam menjalankan keseharianya menuntut ilmu.

Bahkan yang paling mengejutkan, adanya dugaan bentuk eksploitasi kepada anak-anak santri yang bersekolah pada ponpes tersebut.

“Dimna secara gamblang dengan kewenanganya sebagai sekolah memerintahkan anak untuk meminta sumbangan pada tempat umum yang mana hal ini sangat menciderai hak anak itu sendiri apalagi jika terbukti hal tersebut dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif,” bebernya

BACA JUGA :  Sebelum Hilang, Agung Disuruh Minta Sumbangan Oleh PPTQ Darur Raihanun Nahdatul Wathan ke Pasar

Dia menambahkan, dirinya dan keluarga Agung akan terus melakukan segala cara dan upaya untuk menggungkap keberadaan korban.

“Kami akan memfolow up kepada seluruh lembaga yang berhubungan agar hal ini menjadi atensi bersama dari seluruh pihak terkait dan agar kejadian ini menjadi sorotan secara Nasional. Karena hilangnya agung selama 5 bulan tanpa ada informasi dan perkembangan sedikitpun hari ini merupakan pelecehan terbesar pada kemanusiaan,” pungkasnya