Kapolres Bombana Resmi Dilaporkan ke Mabes Polri, Diduga Back-up Tambang Ilegal PT PLN dan PT AAB

Sultrapedia.com – Koalisi Aktivis Nasional Indonesia (KASINDO) resmi melaporkan Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Bombana ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri, Jumat (13/5/2025).

Keduanya dilaporkan terkait dugaan keterlibatan dalam memback-up dan menerima dana koordinasi dari aktivitas pertambangan illegal yang terjadi di Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pertambangan illegal yang dilakukan di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) milik PT Panca Logam Nusantara dan PT Anugerah Alam Buana Indonesia ini diduga berlangsung tanpa prosedur hukum yang sah serta mengakibatkan kerusakan lingkungan yang masif.

Parahnya lagi, aktivitas illegal ini diduga mendapat perlindungan dari oknum aparat penegak hukum setempat.

“Kami mendesak Divisi Propam Polri untuk segera memanggil dan memeriksa Kapolres Bombana dan Kasat Reskrim Bombana yang diduga terlibat secara langsung dalam memback-up serta menerima dana koordinasi dari penambang illegal. Ini adalah persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan begitu saja,” ujar Ketua Umum KASINDO, Nabil Dean.

BACA JUGA :  Aktivitas PT GKP Kembali Dilaporkan, Mabes Polri Diminta Tetapkan Tersangka

Dia menegaskan bahwa laporan ini adalah bentuk keprihatinan serius terhadap makin maraknya praktik-praktik pelanggaran hukum di sektor pertambangan yang justru diduga dilindungi oleh mereka yang semestinya menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum.

Dia menilai bahwa dugaan keterlibatan aparat kepolisian ini merupakan pelanggaran berat terhadap Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri, serta menciderai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

BACA JUGA :  Penimbunan Laut Hingga Dugaan Kejahatan Lingkungan Oleh PT CSI di Konsel, Polda Sultra Seakan Tutup Mata

Jika dugaan ini terbukti benar, maka tindakan tersebut tidak hanya mencoreng citra institusi Polri, tetapi juga berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum, khususnya di daerah-daerah rawan konflik sumber daya alam.

“Kami telah mengumpulkan bukti-bukti atas dugaan yang kami laporkan lalu diserahkan ke pihak Divisi Propam Polri. Dan Kami mengharapkan Divisi propam Polri akan segera menindak dan memeriksa Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Bombana,” beber Nabil Dean ke awak media.

Pihaknya akan terus mengawal kasus ini dan menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil, termasuk media, untuk bersama-sama memastikan bahwa tidak ada lagi ruang aman bagi praktik illegal yang merusak lingkungan dan menyalahgunakan kekuasaan.

Penulis: Erik