RAGAM  

Kemenag Sultra dan Pemprov Perkuat Pondasi Pembangunan Spiritual dan Kerukunan Lintas Sektoral

Sultrapedia.com – Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Mansur, melakukan audiensi strategis bersama Gubernur Andi Sumangerukka.

Hal itu bertujuan untuk memperkuat pondasi pembangunan spiritual dan kerukunan lintas sektoral. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Gubernur pada Jumat (19/12/2025). Ini menjadi momentum krusial bagi harmonisasi program kerja pemerintah pusat dan daerah.

Fokus utama diskusi ini berpusat pada Akselerasi Program Asta Protas (Delapan Prioritas) Kemenag Berdampak. Program ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah manifestasi transformasi layanan yang mencakup:

• Harmonika Sosial: Penguatan kerukunan umat berbasis cinta kemanusiaan.

BACA JUGA :  Semangat Mengabdi Warnai Suasana Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN

• Ekoteologi: Integrasi nilai-nilai religius dalam pelestarian ekosistem.

• Digitalisasi Holistik: Transformasi tata kelola berbasis teknologi untuk transparansi publik.

• Kemandirian Ekonomi: Pemberdayaan pesantren sebagai episentrum ekonomi umat.

Dalam kesempatan itu, H. Mansur menegaskan bahwa Kanwil Kemenag Sultra berkomitmen penuh untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi dalam mengorkestrasi pembangunan bidang keagamaan yang inklusif dan progresif.

Selain membahas program jangka panjang, audiensi ini secara spesifik mematangkan kesiapan menyambut hari besar Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kedua pihak bersepakat untuk memperketat koordinasi guna menjamin kenyamanan ibadah umat Kristiani serta menjaga stabilitas sosial di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Dikmudora Kendari Sebut Pembelian Media Pembelajaran dari CV Bintan Rahmat Perkasa Tak Ada Paksaan 

“Sinergitas ini adalah kunci untuk memastikan bahwa setiap warga negara dapat menjalankan ibadah dengan khidmat dalam ekosistem yang aman. Kami bersama Pemprov Sultra memastikan hadirnya negara di tengah kegembiraan dan kedamaian perayaan Nataru,” kata H. Mansur.

Sementara itu, Andi Sumangerukka menyambut hangat inisiatif ini, memandang bahwa stabilitas daerah sangat bergantung pada sejauh mana nilai-nilai keagamaan mampu menjadi perekat sosial.

“Melalui kolaborasi ini, diharapkan program-program strategis tidak hanya berhenti pada tataran wacana, namun mampu memberikan impact nyata bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat Bumi Anoa,” pungkas