RAGAM  

Ketua Dewan OJK Soroti Ketidakpastian Global Yang Akan Terus Berlangsung Lama

Sultrapedia.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyoroti ketidakpastian global akan terus berlangsung dalam waktu yang lama. Hal ini adalah kelanjutan dari kondisi yang sudah membayangi perekonomian dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Mahendra menyampaikan bahwa puncak ketidakpastian global pernah terjadi saat momen “Liberation Day” oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump, pada 2 April. Namun, sebelum itu pun, rencana dan pencanangan perang dagang telah lama bergulir di ranah internasional.

“Tapi terlepas dari teknis negosiasi perdagangan namun tidak ada yang menyangkal bahwa kondisi ketidakpastian dunia ini akan terus berlangsung,” ungkap Mahendra dalam paparan Outlook Ekonomi DPR di Jakarta, Selasa, (20/5/2025).

BACA JUGA :  RKAB Tambang Galian C Mandek Sebabkan Ratusan Warga Menganggur, Gubernur Diminta Turun Tangan

Mahendra juga menyinggung bahwa saat ini Amerika Serikat mengalami komplikasi ekonomi yang tercermin dari penurunan peringkat utang oleh lembaga Moody’s, dari AAA menjadi AA1. Penurunan ini mencerminkan bagaimana investor dan pasar merespons kondisi ekonomi AS yang semakin rentan.

Ia menambahkan bahwa selain persoalan defisit ganda yang telah berlangsung lama, kini Amerika dihadapkan pada risiko defisit tiga lapis atau triple deficit. Ketiga defisit itu mencakup defisit anggaran, defisit perdagangan, serta risiko defisit pada neraca modal atau capital account.

BACA JUGA :  Jabar Hibahkan Sistem Merit Kepegawaian ke -11 Pemda

Ketidakpastian juga mencakup aspek iklim investasi, yang semakin tidak menentu belakangan ini. Spekulasi mengenai potensi perubahan struktur kabinet turut memperkeruh arah kebijakan dan persepsi pasar.

Namun demikian, Mahendra menilai bahwa berbagai ketidakpastian yang dahulu masih berupa prediksi kini telah banyak yang terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut memperkuat urgensi bagi semua pihak untuk bersikap waspada dan responsif terhadap gejolak ekonomi global.

Penulis: Erik Lerihardika