LSS Rilis Hasil Survei Calon Bupati Butur, Muhammad Rukman Basri Zalaria-Harwis Hari Tertinggi

Sultrapedia.com – Lembaga survei Lingkaran Survei Sulawesi (LSS) merilis hasil survei terbaru mengenai opini publik terhadap Calon Bupati Buton Utara (Butur) 2024.

Dari hasil Survei, menunjukkan Muhammad Rukman Basri Zalaria – Harwis Hari mendapatkan akseptabilitas tertinggi di antara tiga pasangan calon lainnya.

Peneliti LSS Muhammad Ishak Syahadat menjelaskan, dalam survei tersebut menunjukan elektabilitas pasangan Muhammad Rukman Basri Zalaria – Harwis Hari (MANIS) meraih posisi pertama 38,50 persen.

Sementara pada urutan kedua yaitu Afirudin Mathara – Rahman (AMAN) dengan angka 31,25 persen yang disusul oleh pasangan Abdul Salam Sahadia – Ahmad Afif Darvin (SAAF) 16,25 persen sementara pasangan Abu Hasan – Fahrul (AFH) diurutan terakhir dengan angka 8.25 persen.

BACA JUGA :  Pilgub Sultra, Nur Alam Imbau Masyarakat Teliti Sebelum Memilih, Harus Dukung Putra Daerah Asli

“Sementara yang belum memutuskan pilihannya yaitu diangka 5,75 persen hal ini kalau dalam kaidah statistik ini masih dalam koridor margin eror. 5,75 persen kalau dimaksimalkan oleh calon yang bertarung akan menjadi kekuatan serta menambah presentase keterpilihan,” kata Muhammad Ishak Syahadat saat memaparkan hasil survei LSS.

Muhammad Ishak Syahadat, mengatakan temuan itu berdasarkan survei yang dilakukan oleh LSS pada periode 9-15 November 2024 di enam kecamatan di Buton Utara yaitu kecamatan Kulisusu, Kulisusu Utara, Kulisusu Barat, Bonegunu, Kambowa, dan Wakorumba Utara.

BACA JUGA :  Dijanjikan Setelah Pilkada 2024, Hadiah Umrah dari Andi Sumangerukka Dinilai Cuma Bualan

Survei dilakukan dengan sampel sebanyak 400 responden, menggunakan metode multi-stage random sampling dengan tingkat margin of error sebesar ±3 persen dan tingkat kepercayaan 97 persen dengan wawancara tatap muka responden.

Selain itu ia juga membeberkan sikap masyarakat yang udah memantapkan pilihan terhadap pasangan calon yaitu diangka 80,25 persen sementara pilihan yang masih bisa berubah berada diangka 19,75 persen.

“Artinya responden yang sudah memantapkan pilihannya kemungkinan besar masih bisah berubah pilihan pada saat proses pemungutan suara berlansung,” bebernya.