RAGAM  

Perjuangan Mas Surya Dirikan Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin di Desa Morome

Sultrapedia.com – Isfan Suryanto yang akrab disapa Mas Surya, bersama rekan-rekan pengurus dari Desa Konda, mendirikan Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin di Desa Morome, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Perjuangan panjang dari hibah tanah hingga izin operasional, perjalanan mendirikan lembaga pendidikan keagamaan ini jauh dari kata mudah.

Perjuangan awal dimulai saat tokoh masyarakat di Desa Morome dengan tulus menghibahkan sebidang tanah untuk dibangunkan masjid dan asrama santri. Namun, pembangunan fisik hanyalah babak awal dari rangkaian tantangan yang harus dihadapi Mas Surya dan teman teman seperjuangannya.

Proses pengurusan izin iperasional (IJOP) Pesantren menjadi ujian kesabaran dan komitmen tersendiri. Birokrasi dan verifikasi kelayakan yang amat ketat dijalani secara bertahap. Berkat keharusan menjaga legalitas dan prinsip kepatuhan, serta adanya dukungan solid dari rekan-rekan pengurus dan bimbingan berkelanjutan dari Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara, kabar gembira itu akhirnya tiba. Pada bulan April lalu, Izin Operasional Ponpes Sabilul Muttaqin resmi diterbitkan oleh Kemenag Sultra.

Menjawab fenomena pesantren ilegal dan potensi perilaku menyimpang penerbitan IJOP ini menjadi bukti nyata keseriusan Ponpes Sabilul Muttaqin sebagai lembaga pendidikan yang RESMI dan terdaftar sah di pemerintah.

BACA JUGA :  La Ode Darwin Resmi Diberikan Rekomendasi Oleh PKB, Maju Pilkada Muna Barat

Saat ini, marak ditemui keberadaan pondok pesantren yang beroperasi tanpa izin resmi. Tanpa adanya kontrol, pengawasan, dan kurikulum standar dari Kemenag, pesantren-pesantren tidak resmi tersebut berisiko tinggi memicu berbagai persoalan serius di kemudian hari mulai dari tindakan kekerasan, aksi perundungan (bullying), hingga munculnya perilaku menyimpang seperti LGBT. Kondisi ini acapkali membuat masyarakat dan orang tua wali murid merasa bingung dan cemas.

Komitmen lingkungan aman dan islam moderat
hadirnya ponpes sabilul muttaqin secara resmi menjadi jawaban atas keresahan wali santri. Lembaga ini bertekad menciptakan lingkungan belajar yang aman, transparan, dan taat terhadap seluruh regulasi pemerintah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan fisik, psikologis, serta kualitas sanad ilmu keagamaan para santri.

“Kami menyadari kekhawatiran para orang tua di tengah maraknya pesantren tak berizin. Karena itu, sejak awal kami berjuang keras memastikan Ponpes Sabilul Muttaqin berizin resmi dari Kemenag Sultra. Kami berkomitmen mencetak generasi yang berkarakter kuat, memegang teguh nilai-nilai Islam moderat (rahmatan lil ‘alamin), dan menyediakan tempat belajar yang aman tanpa kekerasan,” tegas Mas Surya.

BACA JUGA :  Babak Baru Indonesia-Rusia, Diversifikasi Pasar yang Krusial

Kata dia, langkah mandiri dan pengembangan fasilitas umat tidak berpuas diri dengan pencapaian legalitas, Mas Surya bersama rekan-rekannya kini terus melangkah untuk memperbesar kapasitas dan daya dukung pondok bagi masyarakat luas.

Saat ini ponpes sedang menggalang serta melaksanakan perluasan masjid utama agar dapat menampung jamaah masyarakat sekitar yang lebih banyak dan maksimal saat
ibadah.

Mendirikan unit usaha kios penjualan guna menopang kebutuhan harian serta operasional internal pesantren secara mandiri.

Mengelola lahan pertanian produktif yang tidak hanya membantu efisiensi operasional pondok, tetapi juga menjadi sarana edukasi kewirausahaan dan kemandirian bagi para santri.

Keteguhan hati Mas Surya serta kolaborasi solid bersama kawan-kawan pengurus dan tokoh masyarakat Desa Morome terbukti mampu mengubah keterbatasan menjadi pondasi yang kokoh.

Ponpes Sabilul Muttaqin kini berdiri sebagai benteng moral yang sah dan terpercaya di Konawe Selatan.