Viral!! Muncul Percakapan Chat Suami Wali Kota Siska Karina Imran Diduga Minta Uang hingga Ratusan Juta Rupiah

Sultrapedia.com – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan ADP suami Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, pada Jumat (8/5/2026).

Dalam isi percakapan yang viral tersebut, muncul dugaan permintaan uang dengan nominal mencapai puluhan juta rupiah kepada seseorang.

Dalam percakapan tersebut, sosok yang diduga merupakan suami orang nomor satu di Kota Kendari itu disebut meminta bantuan dana dengan berbagai alasan.

Investigasi awal yang dilakukan tim media ini mengungkap jejak komunikasi yang mengarah pada permintaan dana dalam jumlah tidak kecil.

Serangkaian pesan WhatsApp yang diterima redaksi memperlihatkan pola permintaan uang yang intens, berulang, dan terindikasi untuk kebutuhan konsumtif. Salah satu pesan yang mencuat.

BACA JUGA :  Terkait Dugaan Pemindahan Suara, KPU dan Bawaslu Konawe Diperiksa DKKP

“Kanda tambahkan pi 8 supaya cukup 30, kebanyakan nih orangnya, besok ambil di rumah 42,”Isi pesannya.

Tak berhenti di situ, dalam percakapan lain, ADP yang juga merupakan eks Wali Kota Kendari kembali meminta tambahan dana hingga Rp9 juta. Total permintaan dalam rangkaian komunikasi tersebut bahkan disebut mencapai Rp45 juta dalam waktu singkat.

Yang lebih mengundang tanda tanya, ADP juga secara langsung mengirimkan nomor rekening pribadi Bank Mandiri atas namanya sebagai tujuan transfer. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa transaksi dilakukan secara personal dan terstruktur.

BACA JUGA :  Polres Konut Berhasil Mengungkap Kasus Narkoba hingga Pelecehan Anak Dalam Sebulan

Dari penelusuran lebih lanjut, sumber internal menyebutkan bahwa aliran dana yang digunakan ADP diduga telah menembus angka ratusan juta rupiah.

Besarnya nominal ini memunculkan spekulasi serius, apakah ini murni utang pribadi, atau ada potensi keterkaitan dengan jaringan terselebung lainnya?

Isu ini semakin sensitif mengingat posisi ADP sebagai figur publik dan kedekatannya dengan lingkar kekuasaan di Kota Kendari.

Publik kini menanti transparansi, apakah ada konflik kepentingan, penyalahgunaan pengaruh, atau sekadar persoalan pribadi yang membesar?

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak ADP, Upaya konfirmasi masih terus dilakukan Tim Media ini.

 

Penulis: Erik