Sultrapedia.com – Warga di jalan Supu Yusuf, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) soroti saluran pembuangan air limbah dari dalam Mall The Park Kendari, pada Minggu 14 April 2024.
Pasalnya saluran air limbah dari dalam Mall tersebut diduga menjadi penyebab seringnya rumah warga pemukiman terendam banjir.
“Saya menduga lubang saluran air ini sengaja dibuat untuk membuang limbah dari The Park,” ujar Lala salah seorang warga setempat yang mengeluhkan.
Bahkan sebelumnya awal pembangunan Mall The Park, dririnya sempat melakukan peneguran terhadap pihak Mall untuk melakukan perbaikan saluran pembuangan air tetapi tidak ada tanggapan.
“Waktu awal pembangunan The Park sudah pernah saya tegur pihak The Park . Saya bahkan menunjukkan lubang rembesan air, supaya dinotice biar ada pebaikan. Tapi rupanya sebatas itu saja. Tidak ada menyelesaian smpai sekarang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kata dia, akibat tak di indahkan, disetiap hujan turun beberapa menit saja. Air sudah menggenangi kawasan pemukiman warga hingga menjadi bulan-bulanan.
“Kita sudah sering jadi bulan-bulanan banjir dsini,”jelasnya
“Dlu juga ada proyek pemkot drainase, tapi tidak ada gunanya. Drainase hany hiasan saja. Pemukiman disini masih jadi langganan banjir. Hujan 15 menit saja kita sudah was2,” tambahnya
Bahkan, di pemerintahan sebelumnya dirinya juga sudah pernah sampaikan langsung ke Pak Walikota yang saat itu dijabat oleh Sulkarnain, dan berjanji akan segera mungkin memperbaiki. Tetapi janji tersebut hanya sebatas janji
“Alhamndulillahnya beliau balas. Berjanji mau prbaiki, tapi sebatas janji saja. Sebenarnya warga disini sudah jengah, tapi tidak tau mau mengadu kemana. Semoga persoalan ini diatensi segera oleh mereka yg memiliki wewenang, jabatan, dan tentu saja bertanggung jawab terhadap persoalan-persoalan publik, seperti wakil rakyat dan sejenisnya,”katanya
Dia meminta, untuk para pejabat jangan hanya sibuk pencitraan saja, pamer penghargaan kiri kanan, sedangkan orang-orang di bawah tenggelam dalam penderitaan.
Sementara itu warga lainnya bernama Ridwan juga mengeluhkan hal yang sama. Bahkam saluran tersebut sangat meresahakan.
“Masalah air pembuangan The Park ke rumah warga sekitar saat hujan deras sangat meresahkan kami, karena jalur drainase air warga sini sudah mereka tutup saat pembangunan mall the park, jadi tdk ada tempat lewat air pembuangan, nah masalahnya disini mereka sudah menutup jalur drainase keluar air pembuangan, tetapi air pembuangan mereka (The Park) merembes ke rumah warga sekitar dan setiap hujan akan pasti menyebabkan banjir,” tutupnya






