Sultrapedia.com – Aksi penganiayaan di tempat hiburan malam (THM) Exodus, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali terjadi dan menambah panjang daftar kasus kekerasan yang berulang dari tahun ke tahun.
Insiden terbaru terjadi pada Selasa malam (5/5/2026), di mana terjadi aksi penikaman di dalam area THM tersebut. Peristiwa ini langsung ditangani aparat kepolisian setelah dilaporkan ke Polresta Kendari.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian kasus tersebut.
“Iya benar ada kejadian tersebut tadi malam dan dilaporkan di polresta kendari,” ujar AKP Welliwanto Malau, Selasa, 5 Mei 2026.
Kasus ini bukan yang pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, THM Exodus kerap menjadi lokasi berbagai tindak kriminal, mulai dari perkelahian hingga penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Pada Oktober 2025 lalu, seorang pengunjung berinisial SA (46) menjadi korban pengeroyokan brutal. Korban diserang oleh sekelompok orang, bahkan dibacok menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan. Polisi saat itu mengamankan dua pelaku, sementara lainnya masih dalam pengejaran.
Tak hanya itu, dalam rekonstruksi kasus yang sama, terungkap bahwa aksi pengeroyokan terjadi secara terencana dan melibatkan beberapa pelaku yang menyerang korban hingga ke area parkiran.
Motif sementara diduga karena dendam pribadi.
Rentetan kejadian ini memperkuat anggapan masyarakat bahwa THM Exodus merupakan titik rawan kekerasan yang seolah terus berulang tanpa solusi yang jelas.
Minimnya pengawasan dan lemahnya sistem keamanan di lokasi tersebut turut menjadi sorotan publik.
Masyarakat pun mulai mempertanyakan keseriusan pengelola dalam menjamin keselamatan pengunjung, serta peran aparat dan pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi terhadap izin operasional tempat hiburan tersebut.
Jika tidak ada langkah tegas, dikhawatirkan kejadian serupa akan terus terulang dan menimbulkan korban berikutnya.






