HUKUM  

Beredar Isu Pajak Kendaraan Mati 2 Tahun Akan Disita, Begini Penjelasan Mabes Polri

Sultrapedia.com – Belakangan media sosial ramai kabar aturan baru soal tilang di mana polisi akan menyita kendaraan jika STNK mati dua tahun. Terkait isu itu tersebut Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membantah isu tersebut, Senin (17/3/2025).

Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Raden Slamet Santoso, menegaskan informasi tersebut tidak benar. Slamet memastikan, tidak ada perubahan pada aturan tilang yang berlaku saat ini.

“Info yang beredar adalah tidak benar,” ujar Raden dilansir detik.com, Senin (17/3/2025)

BACA JUGA :  KPK Dampingi Pemda Konawe Tertibkan Kewajiban Pajak PT VDNI Rp 68 Miliar

Slamet menyatakan STNK memang harus disahkan setiap tahun. Dan jika saat terkena tilang dan STNK belum disahkan, maka pengendara tetap ditilang, tetapi kendaraan tidak disita.

“Kamu akan diarahkan untuk segera mengesahkan STNK di kantor Samsat,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, jika STNK belum disahkan selama dua tahun, data kendaraan tidak akan dihapus kecuali atas permintaan pemilik. Slamet menyampaikan, pengendara yang terekam kamera tilang elektronik atau ETLE tidak akan langsung ditilang. Pengendara akan dikirimi surat konfirmasi terlebih dahulu untuk memverifikasi.

BACA JUGA :  Polsek Rate-Rate Gelar Apel Linmas Persiapan Pengaman Pemilu 14 Februari 2024

Data kendaraan baru, kata Slamet, akan diblokir sementara jika pemilik tidak merespons surat konfirmasi atau tidak membayar denda tilang dalam waktu yang ditentukan. Sedangkan, untuk blokir akan dibuka kembali setelah konfirmasi atau pembayaran denda dilakukan.

“Semua aturan ini sudah diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” pungkas Slamet.