Sultrpaedia.com – Direktur Wilayah III Deputi Bidang Penanaman Modal Kementrian Investasi (BKPM) Republik Indonesia (RI) Sri Moertingroem bakal mendorong sektor pertambangan yang ada di Sultra.
Hal itu diungkapkan saat Sri Moertingroem menggelar Rapat Expose Rencana Kerja 2023 dan kinerja 2022 Lingkup Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) se Sultra di salah satu hotel di Kendari pada Jumat (24/2/2023).
Kata Seri Moertingroem, bahwa diantara lima besar sektor realisasi ada salah satu sektor paling dominan, yakni Industri dasar logam pada Januari sampai 2022 di wilayah Sultra dan berhasil menjadi peminatan investor asing.
“Mereka ingin membangun giralisasi tambang nikel untuk meangun bahan baku batrei,” ujarnya
Dalam memenuhi target di 2023 dan 2024, kata dia, harus optimis dalam mendorong grilisasi kepada produk-produk pertambangan dan banyak upaya-upaya yang harus di lakukan oleh PTSP Kabupaten/kota di Sultra.
Dia menjelaskan, seperti yang diketahui target investasi tahun 2022 sudah tercapai Rp 1.207 triliun walaupun melebihi Rp 1.200 triliun harus diperlukan kolaborasi
“Yang pastinya kita harus Optimis ya Pak, termaksud juga kita akan mulai memasuki energi hijau, jadi itu bagaimana kita bisa mengurangi bahan bakar mengakibatkan polusi,” jelasnya
Dia menambahkan, bahwa pihaknya nantinya bakal memberikan dana alokasi non fisik dimana pemberian tersebut telah inisiatip kepada Menteri BKPM yang talah tersetujui oleh pemerintah.
” Jadi ini berbeda dari dana APBD tetapi masih termaksud APBN,”pungkasnya






