HUKUM  

Dua Warga Kendari Dikeroyok Orang Tak Dikenal hingga Masuk Rumah Sakit, Ini Kronologinya

Sultrapedia.com – Dua warga Kendari dikeroyok oleh segerombolan orang tidak dikenal (OTK). Peristiwa itu terjadi di Lorong Pelangi Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari Jumat (25/4/2025) sekitar pukul 05.00 Wita.

Kedua korban yakni DR dan SA. Akibat kejadian itu, korban DR harus menjalani operasi karena ditikam secara sadis dan mengenai bagian usus.

Kronologi kejadian bermula saat SA keluar dari rumah temannya di sekitar pukul 05.00 Wita di dekat lokasi kejadian. Kemudian SH melihat salah satu rumah warga telah dirusak oleh para gerombolan OTK.

“Lalu, korban SH ini dituduh melempar batu ke arah para pelaku, SA pun lalu dikeroyok,” ujar adik korban DR inisial MA saat dikonfirmasi Sabtu (26/4/2025)

BACA JUGA :  Hauling dan Jetty Diduga Milik PT GMS Dikeluhkan Warga, Debu Jadi Sorotan

Kemudian DR yang baru keluar dari rumahnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian, hendak menjemput penumpang taksi online dan menemukan SH dikeroyok. DD pun menepikan mobil dan turun hendak menolong SH yang merupakan sahabatnya.

Namun, saat SH berhasil diamankan, korban DD lantas ikut dikeroyok oleh para terduga pelaku. Korban DS sempat melawan, tapi para terduga pelaku cukup banyak. Bahkan, korban ditikam hingga berkali-kali di bagian perutnya.

“Ada sekitar 10 tikaman di perut saya punya kakak ini. Sampai usus itu keluar,” bebernya.

BACA JUGA :  Oknum Polisi di Konut yang Aniaya Pacar Disanksi Minta Maaf-Demosi, Kuasa Hukum : Sudah Sesuai

MA mengatakan korban sempat tak sadarkan diri karena penikaman itu. Namun, salah satu pelaku lainnya memukul kepala korban hingga mengalami luka.

“Setelah dipukul itu, kepalanya robek dan dia sadar dan minta tolong untuk berhenti melakukan penganiayaan,” ujarnya.

Usai penganiayaan itu, korban lalu dilarikan ke RSUD Abunawas Kendari untuk dilakukan serangkaian operasi. Saat ini korban sudah mulai pulih namun belum sepenuhnya. Keluarga korban pun berharap agar para pelaku segera tertangkap.

“Ini pelaku-pelaku bukan anak lorong di situ, mereka orang luar datang mabuk-mabuk di situ. Saya berharap agar para pelaku bisa segera tertangkap,” tutupnya.