Sultrapedia.com – Pihak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) An-Nur Azwar Kota Kendari angkat bicara terkait aduan dugaan mengeksploitasi, pada Selasa 30 Mei 2023.
Sebelumnya salah satu anak asuh LKSA An-Nur Azwar yang berinisial TI mengatakan bahwa pihak LKSA mengeksploitasi anak dengan cara menyuruh pergi berjualan stiker di lampu merah.
Bendahara LKSA An-Nur Azwar Kota Kendari, Desi mengatakan, bahwa laporan yang tersebut merupakan sebuah fitnah dan tidak benar. Karena menurut dia pihak LKSA An-Nur Azwar tidak pernah melakukan dengan hal tersebut.
“Itu semua fitnah dan tidak benar dengan apa yang kami lakukan,”ujar Desi saat ditemui pada Selasa 30/05/2023
Desi juga menjelaskan, bahwa dana yang diberikan pemerintah itu senilai Rp 300 ribu pertahun untuk setiap anak, namun masyarakat beranggapan uang tersebut cair dalam jangka sebulan.
“Masyarakat kira, uang Rp 300 ribu itu cair setiap satu bulan, padahal cair hanya setahun, itupun hanya satu kali, terakhir 2021 November lalu,”jelasnya
Menurutnya jika ingin menuntuk, masyarakat yang meloprkan harus menuntuk ke Dinas Sosial (Dinsos) terkait dengan adanya isu Rp 50 juta per anak dengan jumlah anak 21 orang.
“Karena masyarakat tidak diberi solusi ke Dinsos makanya mereka mau menuntut itu, dengan kalau betul juga ada uang Rp 50 juta itu untuk apa kami susah-susah melibatkan ini. Dan muncullah pemberitaan – pemberitaan mengeksploitasi anak,”jelasnya
“Kalau mau langsung tanya saja ke Dinsos kalau benar dengan apa yang kami lakukan (mengeksploitasi),”lanjutannya
Kata dia, untuk dana pencairan dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan donatur-donatur yang datang tidak menentu itu langsung diberikan kepada anak-anak dan langsung dibelanjakan.
“Bukan lagi kita yang pergi belanjakan, langsung itu anak-anak yang pergi belanja sendiri, dan kita punya bukti ada fotonya,”ungkapnya
Desi menambahkan, terkait anak asuhnya yang disuruh pergi menjual barang atau meminta ke lampu merah itu tidak ada kebenarannya.
“Bisa langsung minta datanya ke Dinsos atau Pol PP kalau memang betul ada anak-anak panti asuhan An-nur Azwar yang pergi ke lampu merah,”tambahnya
Ia berharap, panti asuhan An – Nur Azwar bisa berjalan baik dengan semestinya, sebelum ada kejadian seperti itu agar anak-anak bisa fokus kembali.
Sementara itu, Ketua RW 002 Ansharuddin Chalik menyampaikan, bahwa berdirinya panti tersebut yang kurang lebih 9 tahun sangat membantu masyarakat. Juga baru kali ini ada timbul masalah seperti itu.
“Masalah itu, sebelumnya kita sudah selesaikan tingkat RT dan RW bicarakan baik-baik dengan pembina panti dan masyarakat yang melapor. Kita bicara kan kalau itu yang melapor dia bilang ada masalah pribadi, sehingga dia kaitkan dengan panti,”pungkasnya.






