RAGAM  

Kakanwil Kemenag Sultra Harapkan Para Penyuluh di Muna Barat Dapat Menjadi Konten Kreatif

Sultrapedia.com – Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Mansur, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan Tingkat Kabupaten Muna Barat dan dilanjutkan Pembinaan ASN Lingkup Kantor Kemenag Kabupaten Muna Barat, sabtu (20/12/2025).

Kakanwil mengatakan, dalam mengemban tugas sebagai ASN, banyak tantangan dan godaan yang dihadapi. Untuk itu, seorang ASN di lingkungan Kementerian Agama harus memegang nilai-nilai dasar ASN dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

“Pertama, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, menjaga profesionalisme, yang kehadirannya mampu berkontribusi untuk peningkatan kualitas layanan,” ujar Mansur.

Ketiga, lanjut Mansur, mampu melahirkan inovasi, dengan berkomitmen dan membawa diri untuk senantiasa lebih baik dari kemarin dengan menciptakan hal-hal baru.

“Setidaknya sebanyak 45 persen ASN gaptek, sementara dalam delapan program Asta Protas salah satu poinnya menekankan pada digitalisasi tata kelola,” ujar Mansur.

BACA JUGA :  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1445 H/2024 M untuk Kota Kendari Selama 30 Hari

Ia berharap, para penyuluh penyuluh dapat menjadi konten kreatif karena memiliki peran strategis dalam mensosialisasikan program Asta Protas Kemenag dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan di masyarakat.

“Penyuluh juga diharapkan menjadi garda terdepan transformasi umat, untuk menghadapi distrupsi zaman akibat derasnya arus informasi digital,” tegas Mansur.

Mansur jiga mengingatkan agar para penyuluh dapat menjaga integritas atau kesesuaian kata dan perbuatan. Meningkatkan keikhlasan dan mensyukuri apa yang telah didapatkan.

“Untuk itu, fokus dalam mewujudkan Asta Protas Kemenag. Salah satu poinnya Kerukunan dan cinta kemanusiaan, melalui Early Warning Sistym, atau deteksi dini adanya paham-paham Radikalisme, terorisme dan konflik keagamaan agar kehidupan aman,” sebutnya.

Kedua, lanjut Mansur, Ekoteologi dengan menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan dan tercukupinya air bersih di madrasah, kantor-kantor KUA dan rumah-rumah ibadah.

Ketiga Kemenag Berdampak, dengan denantiasa melahirkan program yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

BACA JUGA :  Wakil Wali Kota Kendari Buka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih

Keempat, pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi yang harus dihidupkan dari Ponpes hingga madrasah, sehingga membutuhkan kolaborasi karena tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri.
Selanjutnya, Pesantren Berdaya, sebagai akar pendidikan keagamaan. Menjadi benteng moral dan akhlak generasi bangsa.

Mansur menambahkan, dalam hal digitalisasi tata kelola, penyuluh harus punya keterampilan menjawab isu-isu konflik sosial melalui konten-konten media sosial.
Penyuluh dituntut meningkatkan kapasitas keprofesiannya, dengan menguasai teknologi digital. Mampu menjadi influencer yang memberikan informasi terkait kegiatan dan program Kementerian Agama dan mengendalikan informasi untuk menyukseskan delapan program Asta Protas.

“Jadilah teladan akhlak dan integritas. Mari bersama-sama melakukan aksi cepat dalam mengimplementasikan delapan program Asta Protas Kemenag Berdampak. Sehingga Kementerian Agama akan semakin dicintai oleh masyarakat luas,” tandasnya.