HUKUM  

Oknum Anggota Polresta Kendari Diduga Lakukan Pemerasan kepada Para Pengusaha di Kendari

Sultrapedia.com – Koordinator Pusat BEM Se-Sultra, Ashabul Akram ungkap dugaan pemerasan yang dilakukan oknum polisi di Polresta Kendari berinisial A.

Peristiwa itu bermula saat oknum polisi melakukan penangkapan terhadap para pengusaha di kota Kendari atas dugaan melakukan praktik ilegal.

Agar kasus tersebut tidak dilanjutkan oknum Polisi A kemudian melakukan dugaan pemerasan dengan meminta sejumlah uang.

“Seharusnya jika pengusaha ini salah sebaiknya di amankan bukan malah meminta sejumlah uang,” ujar Abul panggilan sapaannya, Minggu (25/5/2025).

Ashabul Akram menyatakan bahwa tindakan A melanggar sejumlah undang-undang dan kode etik kepolisian.

BACA JUGA :  Polda Diminta Panggil Mantan Gubernur Ali Mazi Dugaan Korupsi Kapal Azimut

“Kami memiliki data dan temuan yang menunjukkan bahwa oknum ini telah melakukan tindakan yang melanggar kode etik,” ujar Ashabul Akram.

Dilanjutkannya, dugaan pemerasan yang melibatkan penangkapan pengusaha lalu diikuti dengan negosiasi damai yang tidak sesuai prosedur, sangat merugikan iklim usaha di Kendari.

Untuk itu, ashabul Akram juga mendesak agar Propam Polda Sultra segera menindak oknum tersebut.

“Kami minta agar Propam Polda Sultra segera menindak oknum tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Ini demi menjaga marwah institusi kepolisian dan memberikan keadilan bagi para pengusaha,” tegasnya.

BACA JUGA :  Tiga Oknum Polisi di Kolaka yang Diduga Keroyok Dua Warga Jalani Patsus di Propam

Dugaan pelanggaran ini menimbulkan keresahan di kalangan pengusaha dan masyarakat, serta mencoreng nama baik kepolisian.

Dia juga menambahkan, bahwa pihaknya mempunyai beberapa bukti terkait dugaan pemerasan.

Desakan dari BEM SE Sultra diharapkan dapat menjadi pemicu bagi Propam Polda Sultra untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan sanksi tegas jika tuduhan tersebut terbukti benar.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh tim awak media ini, Ipda A enggan memberikan komentar

“Mengkonfirmasi dugaannya? Konfirmasi sama yang menduga aja, mas. Saya tidak paham yang seperti itu,” ujarnya.

Penulis: Erik