RAGAM  

Persoalan Banjir Terus Terjadi di Wilayah Kendari, Pemkot Malah Sibuk Gusur Pelaku UMKM di Kawasan Eks MTQ

Gambar (Kiri) banjir yang tejadi beberpa waktu lalu. Gambar (Kanan) salah satu pedagang UMKN di Kawasan UMKM yang hendak di Gusur Pemkot Kendari. Foto :Istimewa

Sultrapedia.com – Persolan banjir di berbagai wailayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga sampai saat ini terrus terjadi saat hujan melanda.

Salah satu tempat yang menjadi langganan bajir itu terjadi seperti di Jalan Drs. Moh Hatta, Kelurahan Sanua dan Dapu-Dapura Kecamatan Kendari Barat.

Bahkan hujan yang turun sekitar pukul 15.30 WITA sampai 17.00 WITA, Senin (22/4/2024) mengakibatkan dua kelurahan tersebut mengalami kebanjiran sampai mata kaki dan memasuki rumah warga.

“Sampai saat ini masih menjadi langganan banjir tiap kali hujan deras turun. Hal itu disebabkan drainase yang sudah tidak berfungsi akibat dipenuhi lumpur,” kata salah seorang warga di Kelurahan Sanua, Fahrul pada Selasa (23/4/2024).

Bahkan, sebelumnya telah dilakukannya pembongkaran jembatan drainase sekitar beberapa bulan lalu. Tetapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjut dari Pemerintah kota (Pemkot) Kendari.

Parahnya lagi, Pemkot Kendari pernah membuang janji untuk membenahi drainase yang telah dibongkar tersebut, namun faktanya hingga saat ini belum juga diseriusi.

“Itu hari kan dia janji juga selesai banjir di Lasolo mau diadakan ini drainase to karena sudah pembongkaran, jadi pas dibongkar ini langsung naik pasirnya, baru sampai hari ini belum diperbaiki. Saya dengar-dengar selesai lebaran mau mi dikerjakan,” jelasnya

BACA JUGA :  Chef Juna Kritik Pedas Lomba Masak HUT Sultra: Saya Tidak Merasakan Garam

Dia mengungkapkan, yang menjadi penyebab terjadi banjir di lokasi tersebut, yakni akibat tanggul Kali Fajar Meratau yang rendah sehingga air meluap dan mengakibatkan banjir menggenangi rumah-rumah warga.

“Kali kecil itu, baru volume airnya tinggi sekali kalau hujan. Tingginya sekitar 1 meter lebih lah,” ungkpnya.

Olehnya itu, dia harapkan dari Pemkot Kendari agar mendengarkan keluhan masyarakat dengan meninggikan fondasi tanggul serta menindak lanjuti janji memperbaiki drainase yang sudah tidak berfungsi.

Anehnya bukannya mengurus banjir di Kota Kendari, Pemkot kendari justru malah sibuk melakukan penggusuran warung para pelaku UMKM yang berada di sekitar pelataran Eks MTQ Kendari. Hal ini berdasarkan surat edaranedaran Pemerintah Kota Kendari nomor 600/344/PUPR/IV/2024.

“Pemkot Kendari bakal melakukan penggusuran terhadap kurang lebih ratusan pelaku UMKM dalam waktu dekat,” ujar Koordinator pelaku UMKM di Blok D pelataran Tugu Eks MTQ Kendari Basri Deng Tojeng beberapa waktu lalu.

Menurutnya selama kurang lebih 6 tahun berjualan di Pelataran Tugu Eks MTQ Kendari baru dikepemimpinan Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusuf yang bakal melakukan penggusuran di lokasi tersebut.

BACA JUGA :  BPN Sultra Lakukan Seleksi Rekrutmen Konsultan Perorangan dalam Mendukung BTRA

“Sekitar 6 tahun berdiri dari 2018 belum ada yang mau gusur. Nnti kepemimpinan Penjabat Wali Kota Kendari ini (Muhammad Yusuf),”ungkapnya

Tentu hal ini sangat disayangkan oleh, sebab rata-rata pelaku UMKM di lokasi tersebut menggantungkan hidup di pelataran Tugu Eks MTQ dengan berjualan kuliner.

“Sudah jadi sumber penghasilannya kita yang utama mi ini Pak. Di sini mi tempatnya kita cari, makan, untuk biayai anak sekolah. Untuk hidup ji,”katanya

Menjadi pertimbangan juga terkait banyaknya para pedagang yang mengambil ansuran di berbagai tempat. Sebab bila kebijakan penggusuran itu tetap dilakukan, maka bakal banyak pihaknya yang terlilit utang.

Sehingga terkahir dirinya berharap semoga Pemkot Kendari mempertimbangkan kembali keputusannya untuk melakukan penggusuran di pelataran Tugu Eks MTQ Kendari agar bisa terus mengais rejeki dan memperkerjakan banyak orang.

Dan bila alasan pengusuran tersebut dilakukan karena kumuh, maka pihaknya siap untuk merapikan lapak-lapaknya dengan menatap lebih dan rapi sesuai konsep Pemkot Kendari.

Penulis: Redaksi