PT SCM Janjikan Smelter yang Tak Kunjung Terealisasi, Pemkab Konawe Kecolongan

Sultrapedia.com – Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kini dihadapkan pada kenyataan pahit. Mereka diduga kuat telah kecolongan, saat janji pembangunan pabrik pengolahan feronikel dari PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, hingga kini tak kunjung terealisasi.

Padahal, harapan besar sempat tersemat pada investasi ini, demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Namun, “karpet merah” yang dibentangkan Pemda justru berbalik menjadi bumerang, membiarkan sumber daya alam Routa dikeruk tanpa ada timbal balik yang berarti.

Janji Feronikel Sirna, Produksi Nikel Melonjak Drastis

PT SCM, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, kini justru disorot karena produksi nikel yang masif, sementara janji pabrik feronikel menguap begitu saja.

Dilansir tambang.co.id, produksi nikel perusahaan ini mencapai 6,4 juta metrik ton pada kuartal IV 2024, terdiri dari 3,4 juta nikel limonit dan 3 juta nikel saprolite. Angka fantastis ini berbanding terbalik dengan progres pembangunan pabrik yang nihil, bahkan kabar pabrik lithium pun lenyap tak berbekas. Il

BACA JUGA :  WNA Asal Turki Diduga Lakukan KDRT di Kendari, Diamankan Polisi

Parahnya lagi, alih-alih pembangunan pabrik, yang justru menjamur adalah Izin Usaha Pertambangan (IUP) baru yang menyasar hutan lindung.

Dampak Nyata Bencana Mengintai, Janji Hanya “Obat Telinga”

Kini, dampak buruk pertambangan Routa mulai terasa. Bencana banjir lumpur kini mengancam keselamatan warga di lingkar tambang, menjadi saksi bisu atas janji-janji yang tak ditepati.

Pada Juli 2022, Sekda Konawe, Dr. Ferdinand, bahkan sempat mengunjungi lokasi yang disebut-sebut area pembangunan pabrik (PT SCM), menyerukan dukungan masyarakat untuk investasi.

Waktu itu, Sekda Konawe bahkan secara terbuka mengharapkan dukungan dari warga Routa untuk menjaga iklim investasi di daerah.

BACA JUGA :  Bermula Cek Ponsel, Istri di Konawe Kaget Suaminya Perankan Video Mesum dengan Wanita Lain, Lapor ke Polisi

“Kami mengajak semua pihak, mari kita dukung program pemerintah ini dalam rangka masuknya investasi di daerah,” ungkap Sekda Konawe kala itu.

Tak berhenti di situ, November 2022, Kadin Sultra memfasilitasi kerjasama pembangunan pabrik baterai dengan PT Gosen Hitech, namun semua seolah fatamorgana.

Salah seorang tokoh pemuda Routa mengungkapkan, janji PT SCM untuk membangun smelter pada 2026 hanya sebatas “obat telinga,” sebab masyarakat tak diberi akses memantau progres pembangunan.

“Janjinya begitu (bangun smelter). Tetapi masyarakat tidak diberikan akses untuk melihat atau memantau secara langsung progres pembangunannya kerena perusahaan sangat tertutup, “ungkapnya saat dikonfirmasi via telpon,  Minggu, (25/5/2025).

Dua pun tidak bisa meyakini janji perusahaan tersebut akan terealisasi sesuai jadwal. Karena menurutnya, tidak ada pihak eksternal yang memiliki akses masuk ke areal tersebut.

Penulis: Erik