Sultrapedia.com – Saat ini indonesia tengah dilanda banyak musibah seperti banjir, hal itu dipicu oleh hujan deras yang kian mengguyur di beberapa wilayah indonesia. Salah satu yang bisa dibudidayakan adalah habitat hutan bakau yang memiliki nilai ekosistem tinggi.
Namun sayangnya banyak kawasan hutan mangrove yang terancam oleh konversi lahan, seperti untuk pembangunan atau budidaya tambak.
Hutan mangrove yang memiliki fungsi untuk mengurangi erosi pantai dan melindungi daratan dari badai dan gelombang besar.
Berdasarkan laporan “Statistik Lingkungan Hidup 2025” oleh BPS, terdapat data 10 provinsi dengan potensi habitat hutan mangrove terluas di Indonesia.
Adapun provinsi tersebut, yang pertama Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan provinsi yang memiliki potensi habitat mangrove terluas di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, potensi Kaltara tercatat seluas 136,54 ribu hektare (ha).
Angka potensi yang dimiliki Kaltara tersebut mencakup sekitar 17 persen dari total seluruh potensi habitat mangrove di Indonesia. Secara nasional, total potensi habitat mangrove di Indonesia diperkirakan mencapai 769 ribu ha.
Dalam daftar 10 Provinsi dengan Potensi Habitat Mangrove Terluas, Kaltara menempati peringkat pertama, jauh mengungguli provinsi-provinsi lainnya.
Di posisi kedua terdapat Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan potensi seluas 124,56 ribu ha. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Kalimantan Timur (Kaltim) yang memiliki potensi sebesar 110,86 ribu ha.
Di urutan kelima ada Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan luas 44,05 ribu ha, diikuti oleh Jawa Timur (Jatim) dengan luas 43,79 ribu ha, dan Jawa Tengah (Jateng) dengan luas 42,86 ribu ha.
Selain itu, Jawa Barat (Jabar) juga masuk dalam daftar tersebut dengan potensi seluas 39,03 ribu ha. Kemudian, Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatatkan potensi sebesar 31,47 ribu ha, dan Sulawesi Tenggara (Sultra) tercatat memiliki 29 ribu ha.
Dant peringkat terakhir atau kesepuluh ada Provinsi Aceh berada dengan potensi habitat mangrove seluas 28,91 ribu ha.






