RAGAM  

Warga Soroti Kedatangan Komisi III DPRD Sultra di Torobulu, Diduga Ada “Permainan” dengan PT WIN

Sultrapedia.com – Warga Torobolu soroti kedatangan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) di kantor PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, kecamatan Laeya, kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada beberapa waktu lalu.

Warga menduga kunjungan tersebut tidak sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat, melainkan terindikasi adanya dugaan permainan dengan pihak perusahaan tambang, PT Wijaya Inti Nusantara (WIN).

Kecurigaan warga muncul di tengah konflik berkepanjangan antara masyarakat dengan aktivitas pertambangan PT WIN yang dinilai merugikan lingkungan dan kehidupan warga.

Bahkan sebelumnya, berbagai aksi protes telah dilakukan, termasuk tuntutan penghentian aktivitas tambang yang dianggap merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.

BACA JUGA :  BPN Sultra Sosialisasi Perencanaan Konsolidasi Tanah dan Penetapan Lokasi Materi Teknis di Konsel

Laode Muh Ewis selaku pemuda Desa Torobulu mengaku kecewa dengan kehadiran anggota DPRD Sultra yang sangat jinak saat mengunjungi perusahaan tambang nikel PT WIN.

Menurut dia, kehadiran Komisi III DPRD seharusnya menjadi momentum untuk mendengar langsung keluhan masyarakat. Namun, warga justru menilai tidak ada langkah tegas yang diambil terhadap perusahaan.

Sebab banyaknya laporan dan informasi dugaan kerusakan lingkungan dan sungai akibat ulah penambangan yang di lakukan oleh PT WIN.

“Sudah lama masyarakat resah dengan kehadiran perusahaan yang beberapa kali menambang di dekat pemukiman dan sekolah. Apalagi diamnya aparat penegak hukum selama ini dengan dugaan penambangan koboi yang di lakukan oleh PT WIN,” ungkap dia lagi.

BACA JUGA :  Program Inovatif Desa Digital Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Saya penasaran apa reaksi Komisi III saat melihat ada penambangan di dekat SD dan tepat di belakang Rumah warga,” sambungnya

Seharusnya, kata dia, Komisi III DPRD membuka apa hasil kunjungannya di perusahaan kepada masyarakat termasud apa rekomendasinya agar tidak menjadi kecurigaan.

“Jangan sampai masyarakat berfikir isu lingkungan dan keresahan masyarakat hanya di jadikan batu loncatan oleh para pejabat untuk bisa lebih mesra dengan pihak Perusahaan,” pungkasnya

Penulis: Redaksi