Sultrapedia.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama Densus 88 AT Polri gelar kegiatan Sosialisasi Kebangsaan dan pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme (IRET). Kegiatan itu berlangsung di SMAN 02 Kendari, Selasa, 25 November 2025.
Hadir langsung Kepala Tim Satgaswil Sultra Kbp Mas Jaya memberikan materi, kepada guru, tenaga pendidik, dan siswa SMAN 02 Kendari tentang pola rekrutmen kelompok radikal, penyebaran paham intoleran di media sosial, serta cara melindungi diri dan lingkungan sekolah.
“Kegiatan menekankan peran guru dan wali kelas dalam memantau perilaku siswa, melakukan pendampingan, dan cepat merespons bila menemukan perubahan sikap yang mencurigakan,” ujar Jaya
Kata dai, Guru dan wali kelas diimbau untuk aktif berkoordinasi dengan orang tua, terutama terkait aktivitas siswa di rumah, penggunaan gawai, dan pergaulan sehari-hari.
Pengurus OSIS SMA/SMK se-Kota Kendari turut hadir dan melaksanakan Deklarasi Damai dan Komitmen Sekolah Ramah Anak sebagai bentuk dukungan pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan penyampaian komitmen bersama antara Dinas Pendidikan Prov. Sultra, pihak sekolah, dan Densus 88 untuk memperkuat program pencegahan IRET secara berkelanjutan.






