Sultrapedia.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari siapkan sandang dan pangan kepada masyarakat yang terkena bencana alam Hidrometeorologi yang terjadi pada 5 Maret 2023 lalu.
Sandang dan pangan itu berupa beras 45 karung, Indomie 34 dos, telur 34 rak, minyak 44 liter, ikan kaleng 65 kaleng terval 10 buah, yang dianggarkan melalui Anggara Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Selain itu untuk dari Anggara Pendapatan dan Belanja Nasional Indonesia (APBNI) sudah menyiapkan berupa selimut 100 buah, terval 50 buah, makanan siap saji 40 dos, perlengkapan sandang 100 paket, family kid 50 paket dan ada juga makan anak 50 dos yang akan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Kendari Abdul Rauf menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masi berupaya keras membantu masyarakat. Dalam pembagian APBD tidak seberapa melainkan hanya memberikan yang lebih terdampak berat.
“Sampai hari ini APBD kita juga sudah siap ya tentu ada kemungkinan juga dan Alhamdulillah tadi kita sudah dapat bantuan dari kemensos ya,” ujarnya
Di menyampaikan, pihaknya juga sudah melaporkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) serta melapor ke Sekretaris Daerah (Sekda) untuk kondisi logistik yang ada di Dinsos.
“Jadi di Dinsos itu punya tugas tangga darurat di pangan dan sandang seperti beli beras, beli Indomie, minyak goreng, yaitu tugasnya Dinsos,” bebernya.
Ditempat yang sama Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Per Jamsos) Dinso Kendari Izak Menjelaskan, Pihak Dinsos memberikan anggaran untuk berjaga-jaga jaga. Yaitu untuk triwulan pertama senilai Rp27 juta.
“Cuman kita sudah pake mulai dari Januari itu ada bencana yang terkena kebakaran nah, makanya kemarin ini kita maksimalkan kami kasi keluar semua logistiknya mudah – mudahan bisa ini,” jelas Izak
Ia menambahkan, pihaknya juga sebelumnya sudah mengajukan berupa 100 lembar terpal kepada Kemensos tapi yang diberikan 50 lembar. Kemudian makanan siap saji sebanyak 100 buah di berikan kepada Kemensos.
“Karena sentral yang isi perwakilan kementerian kan melayani 17 Kabupaten Kota di Sultra, karena kayaknya ini bencana menyeluruh se Sultra makanya logistik makanya kurang,” ungkapnya






