RAGAM  

Hadirkan Booth UMKM, BI Sultra Sinergi dengan OJK Dalam Kegiatan BIK Tahun 2025

Sultrapedia.com – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersinergi bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025. Kegiatan akan berlangsung selama dua hari yakni 25 sampai 26 Oktober 2025.

Kegiatan ini hadir membawa semangat untuk memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan dan Digitalisasi sistem pembayaran dalam rangka menyambut FEKDI 2025.

Melalui kegiatan edukatif, pameran, dan berbagai aktivitas menarik, BIK menjadi wadah kolaborasi untuk mewujudkan masyarakat yang lebih cerdas dan mandiri secara finansial.

BACA JUGA :  374 JCH Kloter Pertama Asal Majalengka Terbang dari Bandara Kertajati

Bank Indonesia Sulawesi Tenggara turut meramaikan BIK 2025 dengan menghadirkan booth UMKM unggulan dan beragam games edukatif yang seru untuk pengunjung.

Acara pembukaan BIK 2025 ini dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Selain itu, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Anggota DPD RI Leni Andriani Surunuddin, Kepala Perwakilan LPS Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sultra, Ketua FKIJK Sultra, unsur Forkopimda, serta para bupati dan wakil kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien

Dalam sambutan pembukaannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan pentingnya BIK sebagai langkah strategis untuk memperkuat pondasi perekonomian masyarakat Sultra.

Dengan adanya Bulan Inklusi Keuangan, ekonomi mikro akan bergerak secara serentak. Karena itu, perlu adanya pendampingan,” ujar Gubernur.

Gubernur berharap seluruh kepala daerah dapat aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat agar pemanfaatan pendapatan dapat lebih maksimal.

Ia juga menyoroti perlunya masyarakat diarahkan agar lebih bijak dalam menggunakan uang, tidak hanya untuk hal-hal konsumtif, tetapi juga untuk tujuan yang lebih produktif seperti investasi.

Penulis: Erik Lerihardika