Kaburnya Belasan Tahanan Ungkap Lemahnya Pengamanan, Desakan Evaluasi terhadap Kapolres Kolaka Utara Menguat

Sultrapedia.com – Peristiwa kaburnya 11 tahanan dari Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kolaka Utara pada Kamis (2/7/2026) dini hari memicu sorotan publik terhadap sistem pengamanan di lingkungan kepolisian.

Insiden tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi tata kelola pengawasan tahanan dan memunculkan desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran yang bertanggung jawab.

Peristiwa yang diduga melibatkan kelalaian serius dalam sistem pengawasan ini memicu pertanyaan besar, ada apa dengan manajemen keamanan di tubuh Polres Kolaka Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 7 hingga 11 tahanan dilaporkan berhasil melarikan diri. Jumlah yang tidak sedikit ini memperlihatkan adanya celah besar dalam sistem pengamanan tahanan, yang seharusnya menjadi tanggung jawab penuh aparat kepolisian.

Insiden ini langsung menuai reaksi keras dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Ia menilai kejadian tersebut bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan potret buram lemahnya kontrol internal di institusi penegak hukum tersebut.

BACA JUGA :  Polisi Tangkap Kurir Sabu 1 Kg Lebih Dari Medan

Muh Andriansyah Husen, perwakilan PB HMI, secara tegas menyayangkan insiden tersebut. Bahkan dia menilai kaburnya para tahanan menjadi indikator kuat adanya dugaan kelalaian dalam sistem pengawasan oleh petugas jaga.

“Perlu dipertanyakan seperti apa pengawasan Pimpinan dalam hal ini Kapolres Kolaka Utara terhadap kinerja bawahannya yang diduga teledor dalam menjaga tahanan,” ungkapnya.

Lebih jauh, pria yang kerap disapa Binggo itu menegaskan bahwa kejadian ini seharusnya tidak pernah terjadi jika sistem pengawasan berjalan optimal.

Ia bahkan menyinggung adanya catatan kelam sebelumnya, yakni kasus tahanan bunuh diri di dalam WC, yang seolah mempertegas lemahnya kontrol di dalam tahanan.

Seharusnya, kata Binggo, Kejadian tersebut tidak terjadi jika pengawasan dari pimpinan bagus.

“Apalagi, pernah ada kasus tahanan bunuh diri dalam WC,”Tambahnya.

Situasi ini pun semakin mempertegas urgensi evaluasi total terhadap kepemimpinan di Polres Kolaka Utara.

BACA JUGA :  Kendaraan Dinas Bupati Konawe Menggunakan Plat Hitam Yang Awalnya Pelat Merah, Kabag Umum : Semua Bupati Biasanya Begitu

Binggo juga mendesak langkah tegas dari Kapolda Sulawesi Tenggara untuk mengusut tuntas dugaan kelalaian yang berpotensi mencoreng kredibilitas institusi kepolisian.

“Kami harap Kapolda Sultra segera melakukan investigasi terhadap kejadian kaburnya tahanan di polres Kolaka Utara,” ungkapnya dalam rilis yang diterima media ini pada Kamis (2/7/2026).

Tak hanya itu, PB HMI juga mendesak keterbukaan informasi kepada publik. Mereka menilai transparansi menjadi kunci untuk meredam keresahan masyarakat yang kini mulai mempertanyakan keamanan dan profesionalitas aparat penegak hukum di daerah tersebut.

“Kami meminta Polda Sultra segera memberikan informasi terbuka kepada publik sehingga kejadian seperti ini tidak meresahkan masyarakat,”Tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif dari pihak Polres Kolaka Utara terkait kronologi detail, jumlah pasti tahanan yang kabur, serta langkah konkret yang telah diambil untuk menangani insiden ini.