RAGAM  

Kades Lalomerui Sebut Hadirnya Pertambangan Memberikan Dampak Nyata Untuk Masyarakat

Sultrapedia.com – Perbaikan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 45 kilometer menghubungkan jalan dari Desa Lalomerui hingga Kelurahan Routa, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pemerintah Desa Lalomerui bersama sedikitnya delapan perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Routa terlibat dalam pembangunan jalan yang digagas Pemerintah Desa Lalomerui.

Selain pembangunan jalan itu, masyarakat setempat juga merasakan manfaat atas kehadiran investasi didaerah mereka, diantaranya hadirnya program layanan kesehatan gratis, pemberdayaan Bumdes sebagai penyalur hasil pertanian warga yang dipasarkan ke areal Perusahaan tambang, penyerapan tenaga kerja lokal, serta Pembangunan infrastruktur Sarana Pendidikan, Bantuan Beasiswa.

Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi menyampaikan bahwa pembangunan jalan yang digagas pemerintah desa melibatkan sejumlah perusahaan, di antaranya PT SCM, PT PJUM, PT ANN, PT Modern, dan PT Mulya Tani.

“Secara keseluruhan, sekitar delapan perusahaan berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur tersebut,” katanya, Sabtu (11/4/2025).

“Pekerjaan jalan hingga saat ini masih terus berjalan dan direncanakan berlangsung secara bertahap hingga selesai, dengan panjang kurang lebih 45 kilometer, menghubungkan Desa Lalomerui hingga Kantor Kelurahan Routa,” sambungnya

Dikatakannya, adapun progres pekerjaan meliputi perbaikan jalan, pemadatan, pembuatan drainase (parit), serta pembangunan jembatan dan gorong-gorong.

Pekerjaan jalan dilakukan dengan berbagai tahapan, seperti pengerasan, penimbunan, pembuatan drainase, serta penggunaan alat berat seperti vibro, wales, ekskavator, dan dump truck.

Ia juga menjelaskan bahwa rencana pembangunan jalan dari Desa Lalomerui hingga Kelurahan Routa merupakan hasil rapat yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Pemerintah desa berinisiatif mengajak perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Kecamatan Routa untuk bersinergi dalam pembangunan infrastruktur jalan yang dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.

Saat ini, progres pembangunan jalan di Desa Lalomerui telah mencapai sekitar 40 persen. Terkait adanya penolakan dari masyarakat desa lain, Kepala Desa Lalomerui menyatakan bahwa sejauh pengamatannya tidak ada penolakan.

BACA JUGA :  Kanwil BPN Sultra Laksanakan Bimtek, Perkuat Pemberdayaan Tanah Masyarakat

“Justru masyarakat sangat mendukung program tersebut, bahkan ada warga yang secara sukarela merelakan lahannya untuk pembangunan jalan,” katanya.

Kepala desa menyebutkan bahwa dampak dari perbaikan jalan ini sangat dirasakan oleh masyarakat, baik yang berada di lingkar tambang maupun masyarakat dari berbagai kabupaten dan provinsi,

“Hal ini yang sangat dirindukan oleh Masyarakat local, akses jalan yang baik, tentu sangat berdampak dalam mendukung roda perekonomian, karena transportasinya lancatr,” ungkap Taksir Unggahi.

Menurut Kades , terdapat pula program Puskesmas Keliling yang dijalankan oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Program ini telah berjalan dengan jadwal pelayanan dua kali dalam sebulan.

Pelayanan kesehatan ini terbuka untuk umum tanpa batasan domisili. Warga yang hadir dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan umum, cek gula darah, kolesterol, serta layanan medical check-up dan pemberian obat secara gratis.

“Pihak perusahaan (PT. SCM) berkomitmen menjalankan program ini selama masih beroperasi di wilayah lingkar tambang. Itu Komitmen mereka,” ujar Kades Lalomerui.

Kepala desa juga menjelaskan bahwa area wilayah konsesi PT SCM juga berada di Desa Lalomerui, yang termasuk salah satu kategori wilayah terdampak langsung aktivitas pertambangan.

“Berdasarkan peta desa sesuai Keputusan Permendagri, aktivitas PT SCM berada di wilayah Desa Lalomerui. Oleh karena itu, masyarakat Lalomerui tentunya mendukung keberadaan perusahaan karena aktivitas operasional berada di wilayah kami dan kami juga sudah merasakan dampak dari keberadaan investasi yang hadir di desa kami,” tambahnya.

Terkait dampak yang dirasakan, Kepala Desa Lalomerui menegaskan bahwa manfaat pembangunan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di wilayahnya. Ia menyebut beberapa di antaranya adalah pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan gorong-gorong yang mendukung akses transportasi menuju Kabupaten Konawe Utara, khususnya Kecamatan Wiwirano.

BACA JUGA :  Pohon Tumbang karena Angin Kencang, Beberapa Ruas Jalan Di Kendari Macet Parah

“Di sektor pendidikan, telah dibangun fasilitas Sekolah Dasar lengkap dengan perumahan guru, laboratorium, dan kantin. Selain itu, terdapat program beasiswa bagi warga yang telah berjalan selama beberapa tahun.” Katanya.

Kades Lalomerui bahkan mengakui Masyarakat sangat berterima kasih atas pengaspalan jalan yang dilakukan oleh pihak Perusahaan di desa mereka.

“Pengaspalan jalan desa sepanjang kurang lebih 750 meter juga telah dilakukan dengan melibatkan tenaga kerja lokal melalui skema Harian Orang Kerja (HOK).” Ujarnya.

Terkait isu pembangunan smelter, Kepala Desa Lalomerui menegaskan bahwa masyarakat desa tidak menuntut pembangunan smelter.

Masyarakat memilih untuk mengikuti kebijakan pemerintah, termasuk regulasi moratorium, serta mempertimbangkan aspek teknis dan kemampuan perusahaan sebagaimana tercantum dalam dokumen AMDAL, bebernya.

Sementara itu, Darmon, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Routa di kawasan lingkar tambang, saat berunjuk rasa di Gedung DPRD pada Selasa (07/04/2026), menyampaikan bahwa dirinya hanya tamatan SD dan dahulu tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses.

Ia mengaku bersyukur dengan hadirnya investasi saat ini, karena anak-anak di wilayah tersebut sudah dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Saya menegaskan bahwa kehadiran kami ini bukan untuk membela perusahaan, melainkan mendukung investasi karena telah merasakan manfaatnya secara langsung,” orasinya.

Darmon juga menegaskan bahwa sebagian besar wilayah IUP PT SCM berada di Desa Lalomerui sebagai Ring 1. Ia berharap para wakil rakyat dapat mencermati aspirasi masyarakat secara objektif.

Selain itu, ia menyoroti adanya pihak-pihak yang mengaku sebagai warga Routa namun diragukan keabsahannya. Menurutnya, hal tersebut perlu diverifikasi, karena dikhawatirkan hanya membawa kepentingan tertentu.

“Kami meminta DPRD untuk dapat menengahi persoalan yang terjadi, serta memperhatikan kondisi masyarakat setempat yang telah merasakan manfaat dari kehadiran investasi di wilayah tersebut.” Pungkasnya.

Laporan: Redaksi