Niat Menagih Utang, Warga Kendari Malah Disiram Air Panas oleh Istri Oknum Polisi

Sultrapedia.com – Seorang warga bernama Dian Lestari laporkan seorang istri oknum Polisi berinisial RI ke Polresta Kendari atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Peristiwa tersebut terjadi pada senin 25 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 Wita.

Berdasarkan keterangan korban, saat itu dia bersama suaminya mendatangi rumah RI untuk menagih uang pinjaman. Kedatangan mereka awalnya diterima di teras rumah milik teradu Namun, situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok antara kedua belah pihak.

“Awalnya saya bersama suami datang baik-baik untuk meminta uang yang dipinjam. Tetapi kemudian terjadi pertengkaran,” ujar Dian Lestari saat ditemui di Mapolresta kendari selasa 26 Mei 2026

Korban menuturkan, di tengah cekcok tersebut, teradu tiba-tiba masuk ke dalam rumah lalu kembali sambil membawa gayung berisi air panas. sambil mengancam korban sebelum melakukan penyiraman.

BACA JUGA :  Lagi dan Lagi, Aksi Bunuh Diri di Jembatan Teluk Kendari

“Dia sempat berkata ‘saya siram ko’ sebanyak dua kali, lalu menarik tangan saya dan langsung menyiramkan air panas ke badan saya,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami luka pada bagian dada, perut, dan paha kiri akibat siraman air panas

Usai kejadian, korban bersama suaminya langsung menuju Puskesmas Ranomeeto untuk mendapatkan penanganan medis sebelum melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari.

“Saya berharap laporan ini segera diproses dan ada keadilan atas kejadian yang saya alami,” tambah Dian.

Sementara itu, RI tak membantah adanya insiden penyiraman air panas tersebut. Namun, ia menegaskan tindakan itu terjadi setelah dirinya merasa didatangi dengan cara yang dinilai tidak sopan oleh pasangan suami istri tersebut.
‎
‎“Coba konfirmasi yang bersangkutan, apakah dia datang ke rumah orang dengan sopan? Tetangga saya semua dengar, dia teriak-teriak seperti orang kesurupan. Padahal saya sambut dengan baik,” ujar RI kepada media ini, Selasa (26/5/2026) sore.
‎
‎RI juga menjelaskan, persoalan tersebut bermula dari urusan utang piutang terkait bisnis jual beli solar. Menurutnya, korban merupakan pengepul yang memiliki hubungan transaksi dengannya.
‎
‎Tak hanya itu, Ri juga mengaku akan mengambil langkah hukum atas insiden tersebut. Ia menyebut memiliki rekaman CCTV yang diklaim dapat memperjelas kejadian sebenarnya.
‎
‎“Saya juga akan melapor balik. Ada bukti CCTV, nanti saya buka,” tegasnya.
‎

BACA JUGA :  Direktur Perumda Pasar Asnar Tanggapi Peredaran Uang Palsu di Pasar Baruga, Ini Faktanya
Penulis: Erik